Waktu = Kesempatan

Aku dan Aku (# 1)

Kindly Bookmark and Share it:

Hei!! Apa kamu tau, mengapa kamu bisa merasa sedih atau bahagia?
Kamu tau, mengapa kamu bisa mengeluarkan air mata dan tertawa bahagia?
Karena kamu hebat? Karena kamu manusia? Atau karena kamu punya hati?

Ya, seluruh jawaban itu benar. Apa pun itu, silakan kamu jawab sesuai dengan versi kamu sendiri. Itu jawaban yang benar.

Tanpa kamu sadari, kamu mendapatkan pelajaran hidup setiap harinya. Walau, kamu belum bersedia untuk mengintip pelajaran-pelajaran itu. Sedih atau bahagianya kamu, adalah wujud emosi kamu dalam menerima pelajaran itu. Terkadang, pelajaran itu terasa menyakitkan. Namun, tak jarang pula pelajaran itu membawa kebahagiaan.

Masih ingatkah kamu saat kamu menangis? Siapa yang ada di sampingmu? Siapa yang menghapus air matamu? Atau siapa yang mendengar curahan hatimu? Wallahua’lam siapa mereka. Syukur-syukur, ada yang mendampingimu saat kamu bersedih. Kemungkinan terburuk adalah, tak ada yang mendampingimu. Apakah kamu akan semakin sedih? Ya, Wallahua’lam juga.

Masih ingatkah kamu saat kamu bahagia? Siapa yang ada di sampingmu? Seberapa banyak orang yang turut menyambut gelak tawamu? Ya, tetap Wallahua’lam.

Aku hanya mengingatkan. Apa pun kondisimu, Allah selalu ada untuk kamu. Ya, kasih sayang Allah memang tidak tampak. Tapi, cobalah lihat kasih sayang saudara-saudara kita. Bukankah itu adalah wujud dari kasih sayang Allah? Bukankah Allah telah menitipkan keagungan cintaNya pada nurani saudara-saudara kita?

Ya, mulai saat ini, kamu tidak boleh takut. Kamu itu hebat, kawan. Tidak usah lari saat kamu memiliki masalah. Berbagilah dengan mereka, saudara-saudaramu. Buanglah rasa takutmu untuk berbagi. Ingat!! Manusia butuh berbagi. Butuh.

1 komentar: