Waktu = Kesempatan

Shalat Berjamaah..





Kenapa?
Sudah biasa ya, melakukan shalat berjamaah? Sudah familiar? Berarti gak asing lagi dong? Oke oke, di sini bukan membahas tentang tata cara shalat berjamaah.

Sekedar cuap-cuap saja. Entah pernah menyadari entah tidak, ada pesan penting yang disampaikan oleh shalat berjamaah. Yuk mari, kita coba lihat..

Imam pada shalat berjamaah bukanlah sembarang orang. Ia adalah orang terbaik yang dipilih di antara mereka yang akan melaksanakn shalat. Ini beberapa indikatornya (kondisi lapangan) mengatakan, bahwa yang dipilih menjadi imam itu adalah yang paling bagus (fasih) bacaannya, yang paling banyak hafalannya, yang paling paham tentang agama, dan yang paling-yang paling lainnya. Tidak jarang tho, yang menolak untuk menjadi imam dalam shalat berjamaah? Kenapa itu ya? Dengar-dengar, katanya merasa belum pantas, bacaan yang masih berantakan, hafalan yang baru sepuluh halaman terakhir Al-Qur’an. Aduh, alasannya lumayan banyak dan bikin rempong kalau ditulis satu per satu. Ya, kira-kira itulah alasan yang paling top cer.

give me..


Give me some sunshine
give me some rain
give me another chance
i wanna grow up once again..

Sang Penyimak Kisah (FULL)


Aku ada karena aku dicipta. Aku diberi masa untuk selalu hadir menemani keramaian maupun kesepian. Selesai di belahan bumi ini, aku diperintahkan untuk berpindah ke belahan bumi lain. Aku tetap ada, walau kadang bersama titik-titik air. Aku semakin cantik saat warna jingga mendominasi, semakin gagah saat burung-burung berbaris rapi membentuk formasi. Aku juga bisa berkilau jika mendapat bias sang mentari. Terlebih lagi saat mentari memantulkan silau kilaunya ke hamparan air yang luas itu—entah dimana tepi dan ujungnya. Akulah senja.
Kabarnya, banyak sangat yang menantikan kedatanganku. Seperti artis saja—dinanti-nanti kehadirannya. Ada yang berkata bahwa aku sangat cocok dijadikan teman untuk melepas lelah. Istilah kerennya refreshing. Saat mengunjungiku, banyak lensa penangkap gambar yang beredar di sekelilingku—sudah makin banyak saja ragamnya, kulihat. Terbukti, teknologi semakin canggih. Tapi, ada juga yang cuma duduk-duduk sambil bercerita. Tidak hanya itu—yang duduk sendiri pun ada. Wah wah, ternyata keluarga besar juga mengunjungiku. Ah, aku sudah merasa lebih hebat dari artis terkenal.