Duhai, beda benar rasanya malam ini. Tak
seperti malam-malam sebelumnya. Sungguh berbeda aku merasa. Entah apa namanya
ini, aku tak bisa ungkapkan. Mungkin saja aku sudah tak lama lagi. Setelah ini
atau pun saat ini, aku bisa saja disuruh pulang. Jika itu benar, aku hanya
ingin pulang dengan tenang. Tanpa gelisah, tanpa takut, tanpa jeritan. Ah, andai
saja..
Beberapa hari belakangan ini aku merasa
semuanya amat berharga. Tidak seperti hari-hari sebelumnya—yang hanya ingin
melakukan apa yang kuinginkan, dengan selalu menganggap semua yang tak kuminati
adalah masa bodoh. Syukurlah aku sempat menyadarinya. Sadar—bahwa nyawa ini
amat berharga. Sadar—bahwa hidupku saat ini adalah anugerah. Sadar—bahwa mereka
di sekelilingku amat harus kusayangi dan kujaga perasaannya. Sadar—bahwa
semuanya untuk Allah. Jadi, tidak ada alasan bagiku untuk tidak bersyukur,
untuk takut, untuk gelisah. Karena ada Allah yang akan selalu menguatkan
perjalananku—hingga aku pulang nanti.





