Hai kawan.
Apa kabar? Apakah akhir-akhir ini kamu
sibuk sekali? Sibuk boleh-boleh saja. Tapi kamu harus ingat kesehatanmu. Aku
bahagia melihatmu dapat melakukan hal-hal berarti setiap harinya. Karena, jika
kamu semangat, aku juga akan lebih semangat.
Akhir-akhir ini aku jarang melihatmu. Aku
tau bahwa kita sama-sama sibuk. Semoga kita selalu disibukkan dalam kebaikan,
aamiin.
Aku teringat sebuah hadis. Maaf,
lagi-lagi aku lupa detailnya. Kira-kira maksudnya begini. Jika kamu tidak disibukkan
oleh kebaikan, maka kamu akan disibukkan oleh keburukan.
Benar sekali. Dalam hidup hanya ada dua
pilihan— ya atau tidak. Baik buruknya aku, kamu, atau pun mereka, tergantung
pilihan masing-masing.
Tepat sekali pilihanmu, kawan—dengan
menyibukkan dirimu untuk mengurus kemashlahatan. Aku sungguh bahagia melihat
dirimu yang begitu bersemangat. Aku bahagia karena kamu sudah tidak terpuruk
lagi. Aku bahagia karena kamu tidak murung lagi.
Teruslah begini kawan. Melihatmu
tersenyum, juga membuatku tersenyum.
Kalau kamu selalu begini, aku yakin
hidupmu tidak akan sia-sia. Dengan kamu menjauhi hal-hal yang tidak penting dan
yang akan menghambat energi positifmu, kamu telah melahirkan karya-karya yang
sungguh berharga. Ya, kamu telah mengabdi lewat karyamu itu. Kamu harus tetap
optimis, kawan. Karena hidup ini tidak diam, namun selalu bergerak.
Ya, orang-orang beruntung. Semoga kita
salah satu di antara mereka. Aku yakin, dengan semangat baikmu ini, kamu akan
diridhoiNya, insyaAllah.
Aku, kamu, dan mereka adalah orang-orang
hebat yang berhati lembut, berbudi baik, dan tetaplah kecil di hadapanNya.
Baik kawan. Aku tau, kamu masih akan
begitu sibuk dengan kebaikan-kebaikan yang harus segera ditunaikan. Aku pun
begitu. Selamat kembali menebar kebaikan, kawan. Aku pamit.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar