Waktu = Kesempatan

Aku dan Aku (# 6)

Kindly Bookmark and Share it:

Hai kawan.
Apa kabar? Apakah akhir-akhir ini kamu sibuk sekali? Sibuk boleh-boleh saja. Tapi kamu harus ingat kesehatanmu. Aku bahagia melihatmu dapat melakukan hal-hal berarti setiap harinya. Karena, jika kamu semangat, aku juga akan lebih semangat.

Akhir-akhir ini aku jarang melihatmu. Aku tau bahwa kita sama-sama sibuk. Semoga kita selalu disibukkan dalam kebaikan, aamiin.

Aku teringat sebuah hadis. Maaf, lagi-lagi aku lupa detailnya. Kira-kira maksudnya begini. Jika kamu tidak disibukkan oleh kebaikan, maka kamu akan disibukkan oleh keburukan.

Benar sekali. Dalam hidup hanya ada dua pilihan— ya atau tidak. Baik buruknya aku, kamu, atau pun mereka, tergantung pilihan masing-masing.
Tepat sekali pilihanmu, kawan—dengan menyibukkan dirimu untuk mengurus kemashlahatan. Aku sungguh bahagia melihat dirimu yang begitu bersemangat. Aku bahagia karena kamu sudah tidak terpuruk lagi. Aku bahagia karena kamu tidak murung lagi.
Teruslah begini kawan. Melihatmu tersenyum, juga membuatku tersenyum.

Kalau kamu selalu begini, aku yakin hidupmu tidak akan sia-sia. Dengan kamu menjauhi hal-hal yang tidak penting dan yang akan menghambat energi positifmu, kamu telah melahirkan karya-karya yang sungguh berharga. Ya, kamu telah mengabdi lewat karyamu itu. Kamu harus tetap optimis, kawan. Karena hidup ini tidak diam, namun selalu bergerak.

Ya, orang-orang beruntung. Semoga kita salah satu di antara mereka. Aku yakin, dengan semangat baikmu ini, kamu akan diridhoiNya, insyaAllah.

Aku, kamu, dan mereka adalah orang-orang hebat yang berhati lembut, berbudi baik, dan tetaplah kecil di hadapanNya.

Baik kawan. Aku tau, kamu masih akan begitu sibuk dengan kebaikan-kebaikan yang harus segera ditunaikan. Aku pun begitu. Selamat kembali menebar kebaikan, kawan. Aku pamit.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar