waktu itu, ada seorang anak yang sedang duduk dengan ayahnya. nampaknya, mereka sedang bercerita. suara mereka sayup-sayup terdengar di telingaku. sedikit-sedikit, aku masih bisa mendengar apa yang mereka bicarakan. dilihat dari tubuhnya, anak itu kira-kira berusia 6 tahun. dan ayahnya kira-kira 40 tahun. nampaknya, pembicaraan mereka asyik sekali. karna itu, aku menjadi makin penasaran. ingin tahu lebih jauh, mendekatlah aku semakin dekat kepada mereka. hingga, hanya beberapa meterlah jarak ku dengan mereka.
Waktu = Kesempatan
Tampilkan postingan dengan label insight. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label insight. Tampilkan semua postingan
Pentingnya IT
Pentingnya IT Bagi Siswa
Oleh: Rahmizakia Rifka
Oleh: Rahmizakia Rifka
Dulu, pada saat nenek dan kakek kita masih berusia 16 tahun, mereka belum kenal dengan yang namanya internet atau handphone. Untuk berkomunikasi dengan pacarnya mungkin, harus menulis surat sekian panjang untuk dikirimkan kepada sang tambatan hati. Namun, pada zaman ini, yang namanya internet dan handhpone sudah tak asing lagi. Dulu, siapa yang punya Hp terlihat sangat mewah. Namun, sekarang siapa pun bisa memiliki Hp. Tak hanya orang dewasa. Anak SD pun, sudah mempunyai Hp. Entah untuk apa Hp baginya. Mungkin saja, untuk bermain game.
Label:
insight
Monolog: Bisikan Jiwa di Kesepian Malam
Monolog: Bisikan Jiwa di Kesepian Malam
Oleh: Rahmizakia Rifka
Siswi SMAN 3 Batusangkar
Oleh: Rahmizakia Rifka
Siswi SMAN 3 Batusangkar
Baiklah, pada malam ini, saya akan coba untuk mulai menggoreskan ujung pena ini, di kertas yang putih bersih ini. Malam ini, dihiasi dengan gerimis, yang datang setelah huja deras. Hujan deras, telah membersihkan jalan di luar sana. Tumbuhan yang butuh air pun, telah dianugerahkan rahmat oleh Tuhan. Bicara soal anugerah, semuanya adalah anugerah. Tubuh yang sehat, keluarga yang bahagia, jiwa yang damai, adalah anugerah. Namun, ada beberapa sisi dalam kehidupan ini, yang banyak orang menyebutnya dengan derita. Derita itu, memang identik dengan kesakitan. Kesedihan, bencana, keterpurukan, orang menyebutnya dengan derita. Jadi, apakah derita itu tidak suatu anugerah? Semua akan menjadi anugerah, bagi jiwa-jiwa yang baik. Walau itu adalah kepedihan sekali pun, jiwa yang baik, tetap memandangnya sebagai suatu anugerah.
Label:
insight
Langganan:
Postingan (Atom)