Waktu = Kesempatan

kafir?

mungkinkah seseorang kehilangan mimpi?–mungkin saja
mungkinkah seseorang yang hari ini beriman besok jadi kafir?–mungkin saja
mungkinkah seseorang yang hari ini menyebut dirinya penulis besok membeci menulis?–mungkin saja
mungkinkah seseorang yang hari ini mengaku pengusaha besok tak menyukai berwirausaha?–mungkin saja
mungkinkah seseorang yang hari ini di puncak besok jatuh ke palung yang dalam?–mungkin saja
mungkinkah seseorang yang menulis ini yang hari ini masih hidup besok sudah mati?–mungkin saja
KARENA, TIDAK ADA YANG TIDAK MUNGKIN DALAM HIDUP INI
*mencoba memandang dari sudut pandang lain..

Nuntut? jaman purba itu mah..

bismillah..
percaya gak, saya ngetik ini pas lagi ngantuk??

ini, ada beberapa yang mo saya sampein. gak bisa nunggu besok. ngantuk2 dikit gapapa lah. daripada ntar saya lupa, gak sempat, ato blog saya ilang (hhe..).

pertama. kita gak bisa maksain maunya kita ke orang lain. sebut aja apa itu orang tua, sodara, temen, dosen, pak RT, jubir KPK, pak lurah, ato siapa pun lah dia. kenapa? karena, makanan kita sehari-hari tentu gak sama ama mereka. pliss, ini bukan soal nasi ato pun lele. ini soal pemikiran, pengalaman, dan penempaan. bisa aja kita biasa makan garam ato mengkudu. bisa jadi mereka yang kita ‘tuntut’ agar ngikut maunya kita, biasa makan gula ato jeruk nipis. dah, dapat point nya lah ya?? (kalo belom, baca lagi de.. :D )

Klimaks..

kawan, menolehlah kesini walau hanya beberapa detik saja..
maafkan jika langkah kakiku terlalu lamban, hingga tak mampu mengimbangi langkahmu
maafkan jika peluhku tak menetes–tak sebanding dengan peluhmu
maafkan jika air matamu tak dapat kuhapus–hingga kau tertatih dan menyeka air matamu sendiri
maafkan jika pundakku terlalu lemah–hingga kau harus memberi tenaga lebih dalam menempuh perjalanan ini
maafkan semua kekuranganku dalam perjalanan indah ini
maafkan semua kelambananku dalam wisata termahal ini
maafkan semua ketidakmampuanku dalam perjuangan manis ini
sungguh, doaku selalu dan akan selalu ada
ada atau pun tidaknya aku, perjalanan ini akan tetap indah
karena, hanya kaki-kaki pilihan yang mampu berpijak di tanah berduri ini
hanya pundak-pundak kokoh yang mampu bertahan di medan penuh cercaan ini
hanya hati-hati yang akrab dengan Rabb nya yang mampu untuk tetap tegak dan melangkah di tengah pahitnya perjuangan
selamat berjuang, sampai jumpa..

Ada? Ya..Ada.

ada gak, yang sedikit makannya?
ada gak, yang sedikit tidurnya?
ada gak, yang sedikit santainya?
ada gak, yang sedikit ngobrolnya?

kalo ada, nemu dimana orang-orang gituan? rame gak?

saya ada nemu orang2 gituan. yang sedikit tidurnya, sedikit makannya, sedikit santainya, sedikit ngobrolnya. saya salut abiss sama orang2 gituan. tau gak, kenapa 24 jam itu terasa gak berarti? tau gak, kenapa 24 jam itu rasanya singkat banget? tau gak, kenapa 24 jam itu cuma abis kuliah-pulang ato kerja-pulang?

ya, itu tadi. liat dulu gimana kesehariannya. banyak mana makan apa kerja? banyak mana ngomong apa kerja? banyak mana tidur apa kerja?

suer deh sod, saya salut abiss sama mereka. kurang lebih tiga hari saya ngumpul sama
 orang2 gituan. serius! saya belajar banyak dari mereka. saya jamin dah, gak bakalan galau lagi. gak bakalan males2 lagi. gak bakalan minder lagi.

tau gak, mereka itu siapa? mereka orang biasa sama kayak saya. mereka juga dikasih 24 jam
sama kayak saya. mereka juga napas sama oksigen sama kayak saya. bedanya, mereka lebih pintar dan cerdas dibanding saya.

mereka tau siapa mereka. untuk apa mereka ada. apa arah dan tujuan hidup mereka.sedangkan saya? uuhhh...boro2 itu. ngurusin mood aja setengah mati.

mereka dekat sama al-qur'an. shalat itu sumber energi utama mereka. sibuk itu gaya hidup mereka. kalo gak sibuk ibadah, sibuk dakwah. siapa lagi kalo bukan umat nabi Muhammad SAW yang "sadar dan nyadar".

Senar gitar..

POTONYAH GAK MAU DI APLOT. SORI.. :(

tau senar gitar itu berapa?
tau gimana main gitar yang bener?
gitar itu dipetik, digesek, dipukul, apa ditiup?

#itu opening gadget dari sayah.. :D

saya mo bagi-bagi nih. saya dapat pelajaran. gak bisa dibilang “analisa” juga sii. cuma pemikiran simpel ala kandangmelon :) . saya gak peduli senar gitar itu ada berapa. mo ditiup, dipukul, digesek, apa dipetik–saya juga gak care. yang mo saya bilang itu, “senar gitar itu hebat”. hebat kenapa?? ya hebat lah. coba deh, kalo senar gitarnya gak bener (alias gak stel), apa jadi enak tu lagu? nah, misal kalo enam senar ada satu senar yang gak stel, bakalan kacau bin gadget juga tuh. apalagi kalo keenam senarnya kacau (#buang aja tuh gitar.. :D ).
inti dari saya sii, simpel aja sod (baca:sodara/sodari). jadi orang tu yang penting, jadi yang bener-bener orang. mo tipis (kayak senar satu) ato mo tebal (kayak senar enam), saya mah gak peduli. qur’an ama hadits itu setelan mantep tuh. kalo orang bener ketemu sama orang bener juga, ya udah–jadi melodi bagus itu mah..
##segitu aja dari sayah.. :)

look!

look the new one.. kandangmelon.wordpress.com

Touch..



#dengannya dagu kembali terangkat
#dengannya masalah bukan masalah
#dengannya semua cuaca terasa sejuk
#dengannya angin kembali bertiup
#dengannya pagi kembali berwarna
#dengannya sayur kembali segar
#dengannya senyum kembali merekah
#dengannya malam masih pagi
#dengannya ayam tak jadi pahlawan
#dengannya hentakan nafas selalu berirama
#dengannya daun berguguran jadi melodi indah

*sumber gambar: di sini

Sungai..


Eh eh eh, nongol lagi nih..
Pakabar?

Sodara-sodari sekalian sibuk apa? Sekolah, kuliah (sekolah juga sii), kerja, bisnis, ato apa? Sempat main gak? Ato nyambil mainnya? Terserah sii, mo apa kesibukannya. Tapi main itu harus loh. KUDU, MUSTI, WAJIB. #ha..sori kalo (agak) brutal—(enggak tuh, biasa ajah) -_- ##Sayah emang gajeh..

Sodara-sodari pernah jenuh tho? Trus ngapain kalo udah gitu? Tidur? Makan? Males-malesan? Ha..whatever lah. Intinya nikmati ajah, kalo menurut saya mah. Ngomong-ngomong soal jenuh, bosan, ato apalah namanya—saya langganan tuh. Apalagi kalo udah level 10. Uuhhh! Jangan ditanya deh.

Error need



Salam buat pembaca semuanya..
Apa kabar? Udah makan? Ngapain aja hari ini? O iya, kabar imannya gimana? Naik? Turun? Datar? Ato naik turun datar? (sori kalo saya banyak tanya. Itu tanda saya peduli..hem) Semoga semuanya aman, aamiin..

Ini, saya mo ada yang diomongin sama pembaca sekalian. (ngomong?|iya..|ini kan komunikasi satu arah? Gimana bisa ngobrol coba’?|capedeh. Kan bisa komen di bawah—jadi ngobrol kan? *oke, fine..gak lucu).

Frekuensi..



Melankolis itu bukan saya (banget). Ha, saya bukan teman yang setia. Bukan adik atau pun kakak yang rela mengorbankan apa pun untuk sodaranya. Saya biasa-biasa saja. Tapi saya baik kok (insyaAllah). #pembukaanYangMaksa
Saya ingin singgung sedikit soal surah al-anfaal ayat 63 (kalo saya tidak salah)—(setelah saya cek, ternyata benar). “dan Dia (Allah) yang mempersatukan hati mereka (orang yang beriman). Walaupun kamu menginfakkan semua (kekayaan) yang berada di bumi, niscaya kamu tidak dapat mempersatukan hati mereka, tetapi Allah telah mempersatukan hati mereka. Sungguh, Dia Mahaperkasa, Mahabijaksana.”

Ini saran..



Dia gini..
Tiap-tiap orang punya potensi yang beda-beda. Punya fokus yang beda-beda. Punya passion yang beda-beda. Cukuplah orang tua jaman dulu yang seperti itu. Menyamaratakan semua potensi anak. Menyamaratakan semua bakat anak. Menyamaratakan semua kemampuan anak. Sudah. Yang sudah itu ya sudah. Buat ke depannya mari sama-sama diperbaiki. Baik dari sisi anak maupun orang tua.
Kalo saya pribadi, udah diduluin ama orang tua. Beliau-beliau udah tamat ceritanya di dunia. Saya cuma kasian sama anak yang jadi pelampiasan orang tuanya. Saya akui, semua orang tua ingin yang terbaik untuk anaknya. Saya cuma menyayangkan ketidakseimbangan ini. Mungkin sudah terlalu sering saya bicara soal anak-orang tua. Apa ketidakseimbangannya? PENGERTIAN. Itu saja saya rasa.

Cara..


Sekarang pukul 23.04 WIB..



Siang tadi saya (mengajak) adik kelas untuk bolos kuliah. Tapi rasanya dia juga sudah berniat untuk bolos. Kami duduk di tangga kampus. Bercerita satu sama lain tentang sesuatu yang tidak beda jauh. Ya, tentang kuliah. Kami sama-sama tidak suka kuliah—entah dengan kuliah kami saat ini atau entah dengan dunia perkuliahan. Cerita mengalir begitu saja. Mengingat cerita yang saling bersambut, saya menangkap sesuatu. Dulu, semasa sebelum kuliah, kami termasuk siswa yang tidak bodoh. Buktinya sepuluh besar di kelas selalu ada nama kami. Walau saya pribadi tidak sebagus itu jalan ceritanya. Dari peringkat terakhir hingga peringkat umum, sudah saya coba.

Tidak juga di tepi pantai..


Tahukah?
Kenapa seseorang bisa sangat begitu mencintai?
Kenapa seseorang begitu optimis mengarungi hidup?
Kenapa seseorang begitu yakin dengan perjumpaan di keabadian?

Dengarlah kawan..
Aku rindu. Sangat rindu


Kunjungan Istimewa..




Sepertinya malam ini ane musti nulis neh. Bukan apa-apa. Rasanya ini perlu ditulis. Malam ini kantor ane kedatangan kunjungan istimewa. Tentu, dari para pejuang penerus langkah nabi. Hehe. Apaan tu? Laskar dakwah namanya.
Tiga hari gak keluar kantor itu, berasa banget loh. Yap! Berasa banget bosannya. Ente tau lah, ane ini gak bisa kalo gak keluar. He, maklum..anak alam liar.
Ngomong-ngomong soal kunjungan, itu yang datang sodara-sodara ane tersayang loh. Suer! Salut banget. Udah mau magrib, sempat-sempatnya berkunjung ke kantor. Subhanallah..itu yang namanya ukhuwah. Coba deh, buka Al-Qur’an surah Al-Anfaal ayat 63. Apa kata Allah di sana?

Salahkah?




Salahkah?
#jika seorang anak tidak mampu untuk menjadi seperti apa yang orang tuanya inginkan?
#jika kemampuan seorang anak tidak sejalan dengan keinginan orang tua?
#jika seorang anak ingin mengemukakan pemikirannya?
#jika seorang anak melakukan hal-hal yang dapat membuatnya merasa berguna?
#jika seorang anak pulang terlambat karena menghadiri majelis ilmu?
#jika seorang anak lebih mencintai sesuatu yang sederhana?
#jika seorang anak ingin membuat orang tuanya mengerti?
Salahkah?

 *sumber gambar: di sini

No Picture..




#Lulus SMP ini kamu harus jebol di sana. Sekolahnya elit, udah gitu kamu akan lebih mandiri karena boarding school.
#Nanti sore jangan lupa les piano. Pertunjukan gak lama lagi. Jadi gak ada kata main-main.
#Gimana perkembangan olimpiade Fisika-mu? Kamu harus mendapat peringkat pertama.
#Udah. Pilihan pertamamu kedokteran, pilihan kedua psikologi.
#Bulan depan kamu harus sudah punya SIM A.
#Habis S1, gak usah pake jeda. Kamu langsung nyambung S2, ntar baru kerja.
#Fokus kuliah. Gak usah nyoba ini nyoba itu.

 Itu belum seberapa. Hanya secuil dari sekian banyak “permintaan (baca: tuntutan)” para orang tua kepada anaknya.

Tentang Obsesi..




Siapa yang hari gini masih alergi dengar kata “dakwah”?
Masih ada???

Ha, tidak bisa dipungkiri. Walau di Indonesia (khususnya) penduduknya mayoritas muslim, tapi masih saja jaga jarak dengan “dakwah” (bisa jadi jaga jarak dengan esensi dari dakwah itu sendiri, bisa jadi juga jaga jarak dari para pelaku dakwah). Ah, lucu saja rasanya kalau muslimin dan muslimat sekalian masih alergi dengan kata-kata dakwah. Kenapa? Ya lucu dong. Sodara sekalian pasti sudah fasih (dan mungkin sudah di luar kepala) perihal syahadat beserta artinya. Tapi kok ada juga yang masih alergi dengan dakwah? Bukankah itu “pekerjaan tetap” Rasulullah? Bukankah karena Rasulullah menggencarkan dakwahnya beserta para sahabat kita semua dapat beriman dengan benar? (lalu kenapa bersyahadat kalau alergi dengan “pekerjaan” Rasulullah?) *capede..

*tetaplah bertahan..




Kusapa mereka yang tetap bertahan (dan yang akan mencoba untuk bertahan)..
Yang tetap bertahan dengan hijabnya
Yang tetap bertahan dengan amal shalihnya
Yang tetap bertahan dengan kesabarannya
Yang tetap bertahan dengan dakwahnya
Yang tetap bertahan dengan perjuangannya di rantau orang
Yang tetap bertahan dengan akidahnya
Yang tetap bertahan untuk mempertanggungjawabkan syahadatnya

Semoga, mereka yang tetap bertahan (dan yang akan mencoba untuk bertahan) selalu diberi petunjuk oleh Allah dalam menggerakkan seluruh anggota tubuh dan juga hatinya semata-mata untuk menggapai ridho Allah. Aamiin..

*keterangan foto: silaturrahim dengan grup nasyid maidany di sebuah acara, dikasih cd..
**saran: sering-seringlah berjalan keluar. menghadiri kegiatan atau pun acara yang dapat mempertebal semangat, keimanan, dan kreatifitas.

KaErEs..

 


Ehem..
Tau sekarang tanggal berapa?
*berpikir..

Ada sedikit cerita yang mau ane bagi sama ente sekalian.
Kamis, 10 Januari 2013 seorang mahasiswa datang pagi-pagi ke kampusnya. Ha, tidak cukup pagi juga (sekitar pukul 09.00 WIB). Unowathepen? Yup, no mahasiswa no dosen. Bolehlah, sedikit diapresiasi semangat mahasiswa yang semester ini lagi-lagi dapat beban "cuma" 18 sks. (#permisi. ceritanya diperpendek saja ya)..

"kenapa cengar-cengir?"
"(diam)"
"mana KaHaEs kamu?" (tau KHS kan?-->kartu hasil studi)
"(menyodorkan)"
"kenapa nilai kamu begini? gak belajar?"
"gak buk"
(setelah "menelaah" KHS)"kamu gak bodoh. cuma, kamu gak belajar aja. kalo nilai kamu begini, itu artinya kamu gak belajar."
"ya buk"(pasang tampang anak baik)