Waktu = Kesempatan

Aku dan Aku (# 5)

Kindly Bookmark and Share it:

Subhanallah..
Aku suka pagi hari. Aku suka matahari.

Sungguh, suatu kebahagiaan besar bagiku dapat menikmati udara sepertiga malam. Eh, sedikit ralat. Udara di ujung sepertiga malam. Maklum, aku masih belajar. Aku baru akan menuju seperti orang-orang shalih. Doakan ya..

Rasanya, seperti disiram air sejuk yang begitu membangkitkan energi-energi positifku. Setelah sekian lama aku hidup dalam terangnya pagi, baru kali ini perjuanganku berhasil. Semoga, tidak kali ini saja. Aku harap, ini akan menjadi kehidupanku selalu. Aamiin..


Hai kawanku, aku yakin kamu lebih baik dariku. Karena, aku banyak belajar darimu.

Aku suka pagi hari. Aku suka matahari.

Benar kawan, apa yang telah dikatakan oleh teman-teman kita, sesama orang-orang hebat. Bagaimananya kita, kitalah yang memutuskan. Kitalah yang menentukan. Terserah, mau diliputi energi positif atau pun negatif. Itu pilihan, bukan?

Ya, hidup itu karya. Tindakan yang tepat sekali, untuk tetap meng-up grade kualitas diri, demi meluncurnya karya-karya dari orang-orang hebat seperti kita. Aku percaya kekuatan cinta. Masih ingat dengan tulisanku sebelumnya?? Karyaku dan karyamu, semata-mata adalah karena cinta. Dan semoga, itu karena cinta tertinggi kita.

Aku ingat kisah Rasulullah yang menyebutkan, bahwa Rasulullah tidur hanya tiga sampai empat jam sehari semalam. Maaf kawan, aku lupa sumber detailnya. Kalau tidak salah, kira-kira maksudnya begitu. Aku menjadi sedikit berpikir saat selesai membaca kalimat itu. Yang aku pikirkan, bagaimana denganku? Bukankah sepanjang malam, hanya kuhabiskan terlelap di atas kasur? Sungguh bodoh diriku ini, kawan. Aku ingat perkataanmu. Sudah acap kali, kamu mengingatkanku agar tidak begadang. Itu buktinya. Sepertiga malamku lewat. Subuhku pun, nyaris dimakan ayam. Tolol! Bodoh!

Hhh…
Tapi, kamu tenang saja. Aku masih ingat dan akan tetap ingat (insyaAllah) azzam terbesarku. Akan tetap belajar, belajar, dan belajar.

Doakan aku ya, semoga udara-udara suci itu tetap hadir dalam hidup atau pun matiku. Jaga atau pun tidurku. Dengan mengucapkan bismilaahirrahmaanirrahiim, aku jelang matahari di pagi ini dengan energi positif karena cinta tertinggi demi karya hebat seorang manusia hebat yang tetaplah kecil di hadapanNya.

Ok kawan. Selamat pagi, semangat matahari, demi karya suci, karena cinta tertinggi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar