Subhanallah..
Aku suka pagi hari. Aku suka matahari.
Sungguh, suatu kebahagiaan besar bagiku
dapat menikmati udara sepertiga malam. Eh, sedikit ralat. Udara di ujung
sepertiga malam. Maklum, aku masih belajar. Aku baru akan menuju seperti
orang-orang shalih. Doakan ya..
Rasanya, seperti disiram air sejuk yang
begitu membangkitkan energi-energi positifku. Setelah sekian lama aku hidup
dalam terangnya pagi, baru kali ini perjuanganku berhasil. Semoga, tidak kali
ini saja. Aku harap, ini akan menjadi kehidupanku selalu. Aamiin..
Hai kawanku, aku yakin kamu lebih baik
dariku. Karena, aku banyak belajar darimu.
Aku suka pagi hari. Aku suka matahari.
Benar kawan, apa yang telah dikatakan
oleh teman-teman kita, sesama orang-orang hebat. Bagaimananya kita, kitalah
yang memutuskan. Kitalah yang menentukan. Terserah, mau diliputi energi positif
atau pun negatif. Itu pilihan, bukan?
Ya, hidup itu karya. Tindakan yang tepat
sekali, untuk tetap meng-up grade kualitas
diri, demi meluncurnya karya-karya dari orang-orang hebat seperti kita. Aku
percaya kekuatan cinta. Masih ingat dengan tulisanku sebelumnya?? Karyaku dan
karyamu, semata-mata adalah karena cinta. Dan semoga, itu karena cinta
tertinggi kita.
Aku ingat kisah Rasulullah yang
menyebutkan, bahwa Rasulullah tidur hanya tiga sampai empat jam sehari semalam.
Maaf kawan, aku lupa sumber detailnya. Kalau tidak salah, kira-kira maksudnya
begitu. Aku menjadi sedikit berpikir saat selesai membaca kalimat itu. Yang aku
pikirkan, bagaimana denganku? Bukankah sepanjang malam, hanya kuhabiskan
terlelap di atas kasur? Sungguh bodoh diriku ini, kawan. Aku ingat perkataanmu.
Sudah acap kali, kamu mengingatkanku agar tidak begadang. Itu buktinya.
Sepertiga malamku lewat. Subuhku pun, nyaris dimakan ayam. Tolol! Bodoh!
Hhh…
Tapi, kamu tenang saja. Aku masih ingat
dan akan tetap ingat (insyaAllah) azzam
terbesarku. Akan tetap belajar, belajar, dan belajar.
Doakan aku ya, semoga udara-udara suci
itu tetap hadir dalam hidup atau pun matiku. Jaga atau pun tidurku. Dengan
mengucapkan bismilaahirrahmaanirrahiim,
aku jelang matahari di pagi ini dengan energi positif karena cinta tertinggi
demi karya hebat seorang manusia hebat yang tetaplah kecil di hadapanNya.
Ok kawan. Selamat pagi, semangat
matahari, demi karya suci, karena cinta tertinggi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar