Waktu = Kesempatan

Sang Penyimak Kisah..#2



 Aku tidak heran. Kalau cerah begini, memang ramai yang datang ke sini. Mereka mulai berdatangan selepas ashar, kira-kira saat anak-anak pergi mengaji. Aduh aduh, ada sesuatu yang hampir lupa kuberitahu. Rata-rata, orang di sini ingin mempererat tali persaudaraan. Lihat saja. Mereka saling mengambil gambar satu sama lain, saling berangkulan, dan ada juga yang berbagi makanan. Mereka tidak ragu-ragu untuk turun ke pasir (yang sudah jelas basah dan mengotori). Dan apa yang mereka lakukan? Yup, mereka terlihat sedang mengambil posisi untuk ditangkap lensa. Kalau aku tidak salah, namanya berpose. Hmmm..menyenangkan dan amat enak dipandang.

Sang Penyimak Kisah..



Aku ada karena aku dicipta. Aku diberi masa untuk selalu hadir menemani keramaian maupun kesepian. Selesai di belahan bumi ini, aku diperintahkan untuk berpindah ke belahan bumi lain. Aku tetap ada, walau kadang bersama titik-titik air. Aku semakin cantik saat warna jingga mendominasi, semakin gagah saat burung-burung berbaris rapi membentuk formasi. Aku juga bisa berkilau jika mendapat bias sang mentari. Terlebih lagi saat mentari memantulkan silau kilaunya ke hamparan air yang luas itu—entah dimana tepi dan ujungnya. Akulah senja.

Pasa Pabukoan



“Ikuik kuliah umum bisuak?”, aku bertanya
“Mmmmm..caliak lu. Ija??”
“Ndak do, maleh”
“Oo..yo lah”

Sedikit penggalan dialog dengan kawanku di kampus, kemarin (versi Minang). Pagi ini pukul 08.00 WIB, ada kuliah umum PSIKOLOGI BENCANA di fakultas. Ah, tidak cukup menarik bagiku. Beda dengan semangat mahasiswa lainnya. Mungkin mereka sudah berbondong-bondong karena penasaran atau alasan lain. Tapi, itu tidak cukup untuk membuat alasanku menjadi baik seperti mereka. Alasanku cuma malas dan tidak menarik minatku.

Sekitar pukul 10.00 WIB, aku naik angkot (mau ke fakultas). Sesampainya di sana, tepat di gerbang terpampang spanduk besar bertuliskan, “KULIAH UMUM PSIKOLOGI BENCANA bla bla bla..”. Aku cuma duduk di dekat pos satpam (menunggu kakak). Waktu duduk menunggu, lewatlah beberapa kawanku se-jurusan (kira-kira empat orang).