Aku tidak heran. Kalau
cerah begini, memang ramai yang datang ke sini. Mereka mulai berdatangan
selepas ashar, kira-kira saat anak-anak pergi mengaji. Aduh aduh, ada sesuatu
yang hampir lupa kuberitahu. Rata-rata, orang di sini ingin mempererat tali
persaudaraan. Lihat saja. Mereka saling mengambil gambar satu sama lain, saling
berangkulan, dan ada juga yang berbagi makanan. Mereka tidak ragu-ragu untuk
turun ke pasir (yang sudah jelas basah dan mengotori). Dan apa yang mereka
lakukan? Yup, mereka terlihat sedang mengambil posisi untuk ditangkap lensa.
Kalau aku tidak salah, namanya berpose. Hmmm..menyenangkan dan amat enak
dipandang.
Waktu = Kesempatan
Sang Penyimak Kisah..
Aku ada karena aku
dicipta. Aku diberi masa untuk selalu hadir menemani keramaian maupun kesepian.
Selesai di belahan bumi ini, aku diperintahkan untuk berpindah ke belahan bumi
lain. Aku tetap ada, walau kadang bersama titik-titik air. Aku semakin cantik
saat warna jingga mendominasi, semakin gagah saat burung-burung berbaris rapi
membentuk formasi. Aku juga bisa berkilau jika mendapat bias sang mentari.
Terlebih lagi saat mentari memantulkan silau kilaunya ke hamparan air yang luas
itu—entah dimana tepi dan ujungnya. Akulah senja.
Label:
cerpen
Pasa Pabukoan
“Ikuik
kuliah umum bisuak?”, aku bertanya
“Mmmmm..caliak lu. Ija??”
“Ndak
do, maleh”
“Oo..yo
lah”
Sedikit penggalan dialog dengan kawanku
di kampus, kemarin (versi Minang). Pagi ini pukul 08.00 WIB, ada kuliah umum
PSIKOLOGI BENCANA di fakultas. Ah, tidak cukup menarik bagiku. Beda dengan
semangat mahasiswa lainnya. Mungkin mereka sudah berbondong-bondong karena
penasaran atau alasan lain. Tapi, itu tidak cukup untuk membuat alasanku
menjadi baik seperti mereka. Alasanku cuma malas dan tidak menarik minatku.
Sekitar pukul 10.00 WIB, aku naik angkot
(mau ke fakultas). Sesampainya di sana, tepat di gerbang terpampang spanduk
besar bertuliskan, “KULIAH UMUM PSIKOLOGI BENCANA bla bla bla..”. Aku cuma
duduk di dekat pos satpam (menunggu kakak). Waktu duduk menunggu, lewatlah
beberapa kawanku se-jurusan (kira-kira empat orang).
Label:
cerpen
Langganan:
Postingan (Atom)