Waktu = Kesempatan

Tampilkan postingan dengan label up. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label up. Tampilkan semua postingan

Ada? Ya..Ada.

ada gak, yang sedikit makannya?
ada gak, yang sedikit tidurnya?
ada gak, yang sedikit santainya?
ada gak, yang sedikit ngobrolnya?

kalo ada, nemu dimana orang-orang gituan? rame gak?

saya ada nemu orang2 gituan. yang sedikit tidurnya, sedikit makannya, sedikit santainya, sedikit ngobrolnya. saya salut abiss sama orang2 gituan. tau gak, kenapa 24 jam itu terasa gak berarti? tau gak, kenapa 24 jam itu rasanya singkat banget? tau gak, kenapa 24 jam itu cuma abis kuliah-pulang ato kerja-pulang?

ya, itu tadi. liat dulu gimana kesehariannya. banyak mana makan apa kerja? banyak mana ngomong apa kerja? banyak mana tidur apa kerja?

suer deh sod, saya salut abiss sama mereka. kurang lebih tiga hari saya ngumpul sama
 orang2 gituan. serius! saya belajar banyak dari mereka. saya jamin dah, gak bakalan galau lagi. gak bakalan males2 lagi. gak bakalan minder lagi.

tau gak, mereka itu siapa? mereka orang biasa sama kayak saya. mereka juga dikasih 24 jam
sama kayak saya. mereka juga napas sama oksigen sama kayak saya. bedanya, mereka lebih pintar dan cerdas dibanding saya.

mereka tau siapa mereka. untuk apa mereka ada. apa arah dan tujuan hidup mereka.sedangkan saya? uuhhh...boro2 itu. ngurusin mood aja setengah mati.

mereka dekat sama al-qur'an. shalat itu sumber energi utama mereka. sibuk itu gaya hidup mereka. kalo gak sibuk ibadah, sibuk dakwah. siapa lagi kalo bukan umat nabi Muhammad SAW yang "sadar dan nyadar".

look!

look the new one.. kandangmelon.wordpress.com

Sungai..


Eh eh eh, nongol lagi nih..
Pakabar?

Sodara-sodari sekalian sibuk apa? Sekolah, kuliah (sekolah juga sii), kerja, bisnis, ato apa? Sempat main gak? Ato nyambil mainnya? Terserah sii, mo apa kesibukannya. Tapi main itu harus loh. KUDU, MUSTI, WAJIB. #ha..sori kalo (agak) brutal—(enggak tuh, biasa ajah) -_- ##Sayah emang gajeh..

Sodara-sodari pernah jenuh tho? Trus ngapain kalo udah gitu? Tidur? Makan? Males-malesan? Ha..whatever lah. Intinya nikmati ajah, kalo menurut saya mah. Ngomong-ngomong soal jenuh, bosan, ato apalah namanya—saya langganan tuh. Apalagi kalo udah level 10. Uuhhh! Jangan ditanya deh.

Error need



Salam buat pembaca semuanya..
Apa kabar? Udah makan? Ngapain aja hari ini? O iya, kabar imannya gimana? Naik? Turun? Datar? Ato naik turun datar? (sori kalo saya banyak tanya. Itu tanda saya peduli..hem) Semoga semuanya aman, aamiin..

Ini, saya mo ada yang diomongin sama pembaca sekalian. (ngomong?|iya..|ini kan komunikasi satu arah? Gimana bisa ngobrol coba’?|capedeh. Kan bisa komen di bawah—jadi ngobrol kan? *oke, fine..gak lucu).

Frekuensi..



Melankolis itu bukan saya (banget). Ha, saya bukan teman yang setia. Bukan adik atau pun kakak yang rela mengorbankan apa pun untuk sodaranya. Saya biasa-biasa saja. Tapi saya baik kok (insyaAllah). #pembukaanYangMaksa
Saya ingin singgung sedikit soal surah al-anfaal ayat 63 (kalo saya tidak salah)—(setelah saya cek, ternyata benar). “dan Dia (Allah) yang mempersatukan hati mereka (orang yang beriman). Walaupun kamu menginfakkan semua (kekayaan) yang berada di bumi, niscaya kamu tidak dapat mempersatukan hati mereka, tetapi Allah telah mempersatukan hati mereka. Sungguh, Dia Mahaperkasa, Mahabijaksana.”

Ini saran..



Dia gini..
Tiap-tiap orang punya potensi yang beda-beda. Punya fokus yang beda-beda. Punya passion yang beda-beda. Cukuplah orang tua jaman dulu yang seperti itu. Menyamaratakan semua potensi anak. Menyamaratakan semua bakat anak. Menyamaratakan semua kemampuan anak. Sudah. Yang sudah itu ya sudah. Buat ke depannya mari sama-sama diperbaiki. Baik dari sisi anak maupun orang tua.
Kalo saya pribadi, udah diduluin ama orang tua. Beliau-beliau udah tamat ceritanya di dunia. Saya cuma kasian sama anak yang jadi pelampiasan orang tuanya. Saya akui, semua orang tua ingin yang terbaik untuk anaknya. Saya cuma menyayangkan ketidakseimbangan ini. Mungkin sudah terlalu sering saya bicara soal anak-orang tua. Apa ketidakseimbangannya? PENGERTIAN. Itu saja saya rasa.

Cara..


Sekarang pukul 23.04 WIB..



Siang tadi saya (mengajak) adik kelas untuk bolos kuliah. Tapi rasanya dia juga sudah berniat untuk bolos. Kami duduk di tangga kampus. Bercerita satu sama lain tentang sesuatu yang tidak beda jauh. Ya, tentang kuliah. Kami sama-sama tidak suka kuliah—entah dengan kuliah kami saat ini atau entah dengan dunia perkuliahan. Cerita mengalir begitu saja. Mengingat cerita yang saling bersambut, saya menangkap sesuatu. Dulu, semasa sebelum kuliah, kami termasuk siswa yang tidak bodoh. Buktinya sepuluh besar di kelas selalu ada nama kami. Walau saya pribadi tidak sebagus itu jalan ceritanya. Dari peringkat terakhir hingga peringkat umum, sudah saya coba.

Kunjungan Istimewa..




Sepertinya malam ini ane musti nulis neh. Bukan apa-apa. Rasanya ini perlu ditulis. Malam ini kantor ane kedatangan kunjungan istimewa. Tentu, dari para pejuang penerus langkah nabi. Hehe. Apaan tu? Laskar dakwah namanya.
Tiga hari gak keluar kantor itu, berasa banget loh. Yap! Berasa banget bosannya. Ente tau lah, ane ini gak bisa kalo gak keluar. He, maklum..anak alam liar.
Ngomong-ngomong soal kunjungan, itu yang datang sodara-sodara ane tersayang loh. Suer! Salut banget. Udah mau magrib, sempat-sempatnya berkunjung ke kantor. Subhanallah..itu yang namanya ukhuwah. Coba deh, buka Al-Qur’an surah Al-Anfaal ayat 63. Apa kata Allah di sana?

No Picture..




#Lulus SMP ini kamu harus jebol di sana. Sekolahnya elit, udah gitu kamu akan lebih mandiri karena boarding school.
#Nanti sore jangan lupa les piano. Pertunjukan gak lama lagi. Jadi gak ada kata main-main.
#Gimana perkembangan olimpiade Fisika-mu? Kamu harus mendapat peringkat pertama.
#Udah. Pilihan pertamamu kedokteran, pilihan kedua psikologi.
#Bulan depan kamu harus sudah punya SIM A.
#Habis S1, gak usah pake jeda. Kamu langsung nyambung S2, ntar baru kerja.
#Fokus kuliah. Gak usah nyoba ini nyoba itu.

 Itu belum seberapa. Hanya secuil dari sekian banyak “permintaan (baca: tuntutan)” para orang tua kepada anaknya.

Tentang Obsesi..




Siapa yang hari gini masih alergi dengar kata “dakwah”?
Masih ada???

Ha, tidak bisa dipungkiri. Walau di Indonesia (khususnya) penduduknya mayoritas muslim, tapi masih saja jaga jarak dengan “dakwah” (bisa jadi jaga jarak dengan esensi dari dakwah itu sendiri, bisa jadi juga jaga jarak dari para pelaku dakwah). Ah, lucu saja rasanya kalau muslimin dan muslimat sekalian masih alergi dengan kata-kata dakwah. Kenapa? Ya lucu dong. Sodara sekalian pasti sudah fasih (dan mungkin sudah di luar kepala) perihal syahadat beserta artinya. Tapi kok ada juga yang masih alergi dengan dakwah? Bukankah itu “pekerjaan tetap” Rasulullah? Bukankah karena Rasulullah menggencarkan dakwahnya beserta para sahabat kita semua dapat beriman dengan benar? (lalu kenapa bersyahadat kalau alergi dengan “pekerjaan” Rasulullah?) *capede..

*tetaplah bertahan..




Kusapa mereka yang tetap bertahan (dan yang akan mencoba untuk bertahan)..
Yang tetap bertahan dengan hijabnya
Yang tetap bertahan dengan amal shalihnya
Yang tetap bertahan dengan kesabarannya
Yang tetap bertahan dengan dakwahnya
Yang tetap bertahan dengan perjuangannya di rantau orang
Yang tetap bertahan dengan akidahnya
Yang tetap bertahan untuk mempertanggungjawabkan syahadatnya

Semoga, mereka yang tetap bertahan (dan yang akan mencoba untuk bertahan) selalu diberi petunjuk oleh Allah dalam menggerakkan seluruh anggota tubuh dan juga hatinya semata-mata untuk menggapai ridho Allah. Aamiin..

*keterangan foto: silaturrahim dengan grup nasyid maidany di sebuah acara, dikasih cd..
**saran: sering-seringlah berjalan keluar. menghadiri kegiatan atau pun acara yang dapat mempertebal semangat, keimanan, dan kreatifitas.

KaErEs..

 


Ehem..
Tau sekarang tanggal berapa?
*berpikir..

Ada sedikit cerita yang mau ane bagi sama ente sekalian.
Kamis, 10 Januari 2013 seorang mahasiswa datang pagi-pagi ke kampusnya. Ha, tidak cukup pagi juga (sekitar pukul 09.00 WIB). Unowathepen? Yup, no mahasiswa no dosen. Bolehlah, sedikit diapresiasi semangat mahasiswa yang semester ini lagi-lagi dapat beban "cuma" 18 sks. (#permisi. ceritanya diperpendek saja ya)..

"kenapa cengar-cengir?"
"(diam)"
"mana KaHaEs kamu?" (tau KHS kan?-->kartu hasil studi)
"(menyodorkan)"
"kenapa nilai kamu begini? gak belajar?"
"gak buk"
(setelah "menelaah" KHS)"kamu gak bodoh. cuma, kamu gak belajar aja. kalo nilai kamu begini, itu artinya kamu gak belajar."
"ya buk"(pasang tampang anak baik)

Shalat Berjamaah..





Kenapa?
Sudah biasa ya, melakukan shalat berjamaah? Sudah familiar? Berarti gak asing lagi dong? Oke oke, di sini bukan membahas tentang tata cara shalat berjamaah.

Sekedar cuap-cuap saja. Entah pernah menyadari entah tidak, ada pesan penting yang disampaikan oleh shalat berjamaah. Yuk mari, kita coba lihat..

Imam pada shalat berjamaah bukanlah sembarang orang. Ia adalah orang terbaik yang dipilih di antara mereka yang akan melaksanakn shalat. Ini beberapa indikatornya (kondisi lapangan) mengatakan, bahwa yang dipilih menjadi imam itu adalah yang paling bagus (fasih) bacaannya, yang paling banyak hafalannya, yang paling paham tentang agama, dan yang paling-yang paling lainnya. Tidak jarang tho, yang menolak untuk menjadi imam dalam shalat berjamaah? Kenapa itu ya? Dengar-dengar, katanya merasa belum pantas, bacaan yang masih berantakan, hafalan yang baru sepuluh halaman terakhir Al-Qur’an. Aduh, alasannya lumayan banyak dan bikin rempong kalau ditulis satu per satu. Ya, kira-kira itulah alasan yang paling top cer.

give me..


Give me some sunshine
give me some rain
give me another chance
i wanna grow up once again..