Waktu = Kesempatan

Aku dan Aku (# 11)

Kindly Bookmark and Share it:
Halo. Waw, tentu ini tidak asing lagi di telingamu. Hidup adalah pilihan. Haha. Bosankah kamu mendengarnya, kawan?? Hmmm…mungkin iya, mungkin juga tidak. Ya, pilihan. Ya atau tidak. Yes or no.

Baru saja aku kembali ke rumah setelah berkeliling di luar sana. Melanglang buana tepatnya. Haha. Cukup letih. Menyenangkan?? Yes, maybe. Di perjalanan pulang, seperti biasa— pikiranku agak melayang. Upss!! Tenang, aku tidak memikirkan yang macam-macam. Hah! Agak lucu rasanya jika aku katakan. Tapi, aku rasa akan menjadi lebih lucu jika aku diamkan.
Begini, kawan. sepulang aku melanglang buana, aku mendapatkan sedikit— entah apa namanya, aku tidak tau. Motto? Kata bijak?? (haha. Sejak kapan aku bisa berkata bijak??). Baca baik-baik ya. “ Lakukan kebaikan atau tidur (bergerak atau mati).”


Ayo kawan!! tertawalah. Aku saja tak habis pikir, mengapa bisa aku berpikir seperti itu. Lucu kurasa. Tapi, setelah aku pikir-pikir lebih lanjut, tidak salah kurasa. Sedikit aku analisa. Memang sebaiknya begitu. Ya, sudah seharusnya waktu hidup—atau sebut saja waktu terjaganya kita, kita manfaatkan untuk melakukan kebaikan— menebar kebaikan. Jika tidak, lebih baik tidur atau mati. Ya, itu semata-mata untuk menjauhi kesia-siaan. Aku pikir, lebih baik tidur daripada melakukan hal yang sia-sia. Dengan tidur, energi bisa terhimpun kembali. Bukan begitu, kawan?

Sependapatkah kamu denganku? Aku rasa kamu sependapat. Meski, kemasannya berbeda— tapi kurasa isinya sama.

Sudah dulu ya, aku bingung mau menulis apa. Kapan-kapan aku mampir lagi di depanmu. Salam.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar