Waktu = Kesempatan

Aku dan Aku (# 2)

Kindly Bookmark and Share it:

Siapa yang mengajarimu hidup? Bapak Ibumu? Adik kakakmu? Teman-temanmu?

Bukan kawan. Bukan mereka yang mengajarimu hidup. Tapi, kamulah yang belajar tentang kehidupan ini sendiri. Coba kamu renungkan kembali. Andaikan mereka tidak ada, apa kamu akan berhenti untuk tetap belajar dalam hidup ini? Tentu tidak bukan? Maka, segera perbaiki mindset kamu tentang itu. Kamu tidak boleh bergantung kepada mereka. Ingat! Mereka adalah titipan. Hidupmu masih akan tetap berlanjut tanpa mereka. Termasuk, kamu akan tetap belajar tentang hidup ini.


Kamu tau, kawan? Mengapa kamu bisa seperti saat ini? Ya, itu karena kamu menjalani sebuah proses. Proses pendewasaan hidup. Dulu, ketika pulpenmu hilang, kamu menangis bukan? Dan memaksa Ayahmu untuk membelikan yang baru dan lebih bagus lagi. Sekarang?? Apa kamu masih menangis saat kehilangan pulpen? Tidak bukan? Itu proses, kawan.

Belajar bukanlah paksaan. Jika sesuatu itu berarti bagimu, maka kamu telah belajar. Berbeda jika itu tak ada makna bagimu. Maka, belajar adalah mencari makna. Mencari hikmah. Itulah hidup, kawan. Jika selama ini itu terabaikan, cepat jemput dia. Karena, dengan makna dan hikmahlah kamu akan bisa lebih dewasa.

1 komentar:

  1. tulisan di atas tepat sekali sebagai metode belajar efektif
    intinya kita tahu makna dari yang kita pelajari

    BalasHapus