Siapa yang mengajarimu hidup? Bapak
Ibumu? Adik kakakmu? Teman-temanmu?
Bukan kawan. Bukan mereka yang
mengajarimu hidup. Tapi, kamulah yang belajar tentang kehidupan ini sendiri.
Coba kamu renungkan kembali. Andaikan mereka tidak ada, apa kamu akan berhenti
untuk tetap belajar dalam hidup ini? Tentu tidak bukan? Maka, segera perbaiki mindset kamu tentang itu. Kamu tidak
boleh bergantung kepada mereka. Ingat! Mereka adalah titipan. Hidupmu masih
akan tetap berlanjut tanpa mereka. Termasuk, kamu akan tetap belajar tentang
hidup ini.
Kamu tau, kawan? Mengapa kamu bisa
seperti saat ini? Ya, itu karena kamu menjalani sebuah proses. Proses
pendewasaan hidup. Dulu, ketika pulpenmu hilang, kamu menangis bukan? Dan
memaksa Ayahmu untuk membelikan yang baru dan lebih bagus lagi. Sekarang?? Apa
kamu masih menangis saat kehilangan pulpen? Tidak bukan? Itu proses, kawan.
Belajar bukanlah paksaan. Jika sesuatu
itu berarti bagimu, maka kamu telah belajar. Berbeda jika itu tak ada makna
bagimu. Maka, belajar adalah mencari makna. Mencari hikmah. Itulah hidup,
kawan. Jika selama ini itu terabaikan, cepat jemput dia. Karena, dengan makna
dan hikmahlah kamu akan bisa lebih dewasa.
tulisan di atas tepat sekali sebagai metode belajar efektif
BalasHapusintinya kita tahu makna dari yang kita pelajari