Banyak cara untuk menemukan makna cinta.
Caraku tentu berbeda dengan caramu. Bisa jadi, cinta bagiku belum tentu berarti
cinta juga bagimu. Aku tidak mempersoalkan tentang itu. Terserah, yang penting
dia tetaplah cinta. Siapa saja berhak atasnya. Soal cara, itu jelas berbeda.
Cinta. Aku tidak akan membahas tentang
versi cinta oleh aku, kamu, atau pun mereka. Karena, aku tak berminat untuk
itu.
Siapa saja mereka, tentu merasakan
cinta. Aku berani katakan, bahwa cinta itu indah. Aku juga berani katakan,
bahwa cinta itu membawa kebahagiaan.
Kamu tau? Aku ada karena cinta. Cinta
siapakah itu? Aku berani jamin, itulah cinta Allah, Tuhan semesta alam.
Bagaimana bisa aku diberi nyawa jika bukan Dia yang berkehendak?
Ya, Dialah pemilik segala cinta. Muara
segala cinta. Cinta yang wahid. Cinta yang sudah tentu membahagiakan. Kamu
tidak usah heran, mengapa aku seyakin ini. Aku tak butuh keherananmu. Kamu juga
tidak perlu meragukan perkataanku.
Oh! Hampir lupa. Aku berani menjamin,
karena Dia yang telah berkata.
Aku sungguh mengagumi kekuatan cinta.
Tapi aku akan luruskan dulu maksudku. Cinta yang kumaksud adalah cinta tertinggi.
Jika kamu masih merasakan sakit karena mencintai, aku sarankan untuk
memperbarui definisi cintamu. Aku tidak mengatakan definisimu itu salah. Aku
hanya memberi saran, agar kamu tidak salah tafsir. Itu saja.
Sebenarnya aku tak peduli tentang makna
cinta. Yang aku pedulikan, hanya sejauh mana aku bisa merasakan cinta tertinggi
yang aku katakan tadi. Aku tegaskan, aku bukanlah orang yang sempurna. Tapi,
aku tegaskan juga, aku adalalah orang hebat.
Silakan kamu tertawa. Aku hanya tidak
ingin menghabiskan waktuku dengan hal-hal yang akan menghambat energi
positifku. Kembali lagi. Kita punya cara masing-masing, yang jelas berbeda.
Aku saja bingung harus bagaimana
mengakhiri tulisan ini. Aku sudah mulai bosan bicara soal cinta. Aku rasa, tak
ada gunanya banyak bicara. Lebih baik aku kembali ke kehidupanku, dan kamu
kembali ke kehidupanmu. Temukan cinta tertinggi yang tak pernah menyakiti.
Sampai jumpa di tulisanku berikutnya.
Wassalam..
mantap ddik...
BalasHapustegas dan sangat membuka