Waktu = Kesempatan

Aku dan Aku (# 3)

Kindly Bookmark and Share it:

Banyak cara untuk menemukan makna cinta. Caraku tentu berbeda dengan caramu. Bisa jadi, cinta bagiku belum tentu berarti cinta juga bagimu. Aku tidak mempersoalkan tentang itu. Terserah, yang penting dia tetaplah cinta. Siapa saja berhak atasnya. Soal cara, itu jelas berbeda.

Cinta. Aku tidak akan membahas tentang versi cinta oleh aku, kamu, atau pun mereka. Karena, aku tak berminat untuk itu.


Siapa saja mereka, tentu merasakan cinta. Aku berani katakan, bahwa cinta itu indah. Aku juga berani katakan, bahwa cinta itu membawa kebahagiaan.
Kamu tau? Aku ada karena cinta. Cinta siapakah itu? Aku berani jamin, itulah cinta Allah, Tuhan semesta alam. Bagaimana bisa aku diberi nyawa jika bukan Dia yang berkehendak?

Ya, Dialah pemilik segala cinta. Muara segala cinta. Cinta yang wahid. Cinta yang sudah tentu membahagiakan. Kamu tidak usah heran, mengapa aku seyakin ini. Aku tak butuh keherananmu. Kamu juga tidak perlu meragukan perkataanku.

Oh! Hampir lupa. Aku berani menjamin, karena Dia yang telah berkata.

Aku sungguh mengagumi kekuatan cinta. Tapi aku akan luruskan dulu maksudku. Cinta yang kumaksud adalah cinta tertinggi. Jika kamu masih merasakan sakit karena mencintai, aku sarankan untuk memperbarui definisi cintamu. Aku tidak mengatakan definisimu itu salah. Aku hanya memberi saran, agar kamu tidak salah tafsir. Itu saja.

Sebenarnya aku tak peduli tentang makna cinta. Yang aku pedulikan, hanya sejauh mana aku bisa merasakan cinta tertinggi yang aku katakan tadi. Aku tegaskan, aku bukanlah orang yang sempurna. Tapi, aku tegaskan juga, aku adalalah orang hebat.

Silakan kamu tertawa. Aku hanya tidak ingin menghabiskan waktuku dengan hal-hal yang akan menghambat energi positifku. Kembali lagi. Kita punya cara masing-masing, yang jelas berbeda.

Aku saja bingung harus bagaimana mengakhiri tulisan ini. Aku sudah mulai bosan bicara soal cinta. Aku rasa, tak ada gunanya banyak bicara. Lebih baik aku kembali ke kehidupanku, dan kamu kembali ke kehidupanmu. Temukan cinta tertinggi yang tak pernah menyakiti. Sampai jumpa di tulisanku berikutnya.

Wassalam..

1 komentar: