Aku sudah duga, kawan. Kamu sibuk dengan
impianmu yang luar biasa itu. Tidak salah lagi dugaanku. Ternyata, kamu memang
selalu disibukkan dalam kebaikan, dan semoga itu selalu, aamiin. Aku teramat
bersyukur mendengar kabar itu darimu. Mendengarnya saja, sudah membangkitkan
kembali semangat dan energi positifku. Syukurlah kawan, aku tidak terlalu lama
dalam palung keterpurukan ini. Ya, aku yakin.
No
problem. Aku banyak belajar dari semua yang kualami. Meski
beberapa waktu yang lalu, aku merasa berada dalam hari-hari yang cukup sulit,
tapi tak apa, kawan. Aku malah sangat bahagia. Hh! Lucu juga ternyata, saat aku
mengingat saat kuterpuruk. Sempat aku kehilangan semangat—yang bagiku itulah
hidupku. Aku terasa mati, jika tanpa semangat. Ya, semangat itu nyawaku.
Meski di waktu yang telah lampau aku
tidak terima dengan kehidupanku saat itu, tapi Alhamdulillah sekarang aku bisa terima. Ya, aku juga butuh waktu
untuk itu, kawan. Karena aku manusia.
Lagi-lagi aku harus ulangi, bahwa aku
teramat gembira mendengar kabar darimu. Kabarmu itu, mengingatkanku pada
sesuatu. Ya, sesuatu yang pernah kuucapkan dulu. Aku telah berjanji untuk
memberi energi yang maksimal terhadap amanah-amanah dan mimpi-mimpiku. Ya,
mimpi-mimpi kita. Aku harap, energi positif ini akan selalu bersemayam dalam
jiwa maupun ragaku.
Aku salut denganmu, kawan. Kamu semakin membuka
kedua mataku, bahwa yang terpenting dalam hidup ini bukanlah kamu ada untukku
atau pun aku ada untukmu. Bukan, bukan itu kawan. Ya, Dia-lah yang selalu ada.
Dalam gelap atau pun terang. Dalam sunyi atau pun keramaian. Ya, Dia-lah Allah.
Ya, “Cukup bagiku Allah”. Kamu telah ingatkan aku tentang itu. Terima kasih
kawan.
Aku sangat berharap, semoga aku dapat
selalu menjaga semangat ini. Karena aku bukanlah anak kecil lagi. Aku tidak
berharap—ada pundak tempatku bersandar. Juga tidak berharap ada tangan yang
menghapus air mataku. Aku hanya berharap, semoga Allah meridhoi hidup dan
matiku. Aamiin..
Satu lagi kawan. aku ada mengutip
perkataan seseorang, “Dunia itu fana, kebahagiannya hanya segelintir dari
kebahagian di surga”.
Semoga ceritaku ini, dapat membuka
mataku dan juga matamu. Aamiin..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar