Waktu = Kesempatan

Aku dan Aku (# 16)

Kindly Bookmark and Share it:
Kawanku, aku sungguh ingin sekali menjadi orang yang berguna. Aku yakin, dengan apa yang kupunya, aku bisa. Meski ku tau, aku bukanlah siapa-siapa jika dibandingkan dengan mereka. Tak apa. Aku bahagia dengan hidupku ini.

Aku tau, tidak seharusnya aku berharap kepada selain Allah. Aku akui, ini terasa berat—tanpa ada orang tua di sampingku. Saudara-saudaraku, juga begitu—tidak di sampingku. Biar pun begitu, aku terima. Aku ikhlas kawan. Tak apa bagiku. Aku sangat berharap, aku berada dalam ridhoNya. Karena, aku yakin—mulianya seseorang di mata manusia, tidak jaminan dia juga mulia di mata Allah. Begitu juga sebaliknya. Seorang wanita pezina saja, dapat masuk surga Allah, hanya karena tulus memberi minum seekor anjing. Biar pun aku begini—tak lebih baik darimu, namun ku yakin dan percaya dengan janji Allah.


Entah kenapa aku merasa sedih. Tapi, aku juga merasa bahagia. Entahlah, kawan..

Ya, mungkin inilah yang namanya pendewasaan hidup itu, kawan. Mataku mulai terbuka untuk memandang beragam persoalan hidup ini sebagai sesuatu yang sederhana. Ya, aku tetap yakinkan diriku, bahwa semua ini adalah hal sederhana. Dan tentu, aku bisa melewatinya.

Aku bingung, kawan. Mengapa kali ini, agak berat bagiku mengungkapkan apa yang kurasa. Entahlah. Entah aku kehabisan kata-kata—atau apa namanya aku tak tau.

Sudah dulu ya kawan..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar