Kawanku, aku sungguh ingin sekali
menjadi orang yang berguna. Aku yakin, dengan apa yang kupunya, aku bisa. Meski
ku tau, aku bukanlah siapa-siapa jika dibandingkan dengan mereka. Tak apa. Aku
bahagia dengan hidupku ini.
Aku tau, tidak seharusnya aku berharap
kepada selain Allah. Aku akui, ini terasa berat—tanpa ada orang tua di
sampingku. Saudara-saudaraku, juga begitu—tidak di sampingku. Biar pun begitu,
aku terima. Aku ikhlas kawan. Tak apa bagiku. Aku sangat berharap, aku berada
dalam ridhoNya. Karena, aku yakin—mulianya seseorang di mata manusia, tidak
jaminan dia juga mulia di mata Allah. Begitu juga sebaliknya. Seorang wanita
pezina saja, dapat masuk surga Allah, hanya karena tulus memberi minum seekor
anjing. Biar pun aku begini—tak lebih baik darimu, namun ku yakin dan percaya
dengan janji Allah.
Entah kenapa aku merasa sedih. Tapi, aku
juga merasa bahagia. Entahlah, kawan..
Ya, mungkin inilah yang namanya
pendewasaan hidup itu, kawan. Mataku mulai terbuka untuk memandang beragam
persoalan hidup ini sebagai sesuatu yang sederhana. Ya, aku tetap yakinkan
diriku, bahwa semua ini adalah hal sederhana. Dan tentu, aku bisa melewatinya.
Aku bingung, kawan. Mengapa kali ini,
agak berat bagiku mengungkapkan apa yang kurasa. Entahlah. Entah aku kehabisan
kata-kata—atau apa namanya aku tak tau.
Sudah dulu ya kawan..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar