Aku mendapat percikan kebahagiaan dari
sisi Allah lewat sebuah kiriman. Ya, kiriman dari saudaraku. Sebut saja—sms.
Aku hanya bisa tersenyum saat selesai membacanya. Sungguh, aku semakin
sadar—bahwa tidak perlu minta ini atau pun minta itu kepada Allah. Minta saja
diberikan yang terbaik.
Dulu, aku coba untuk minta sesuatu.
Itu….itu saja yang selalu kuminta. Aku lupa, apakah Allah setuju dengan pintaku
itu atau tidak?? Bagaimana bisa aku mengetahuinya? Aku rasa, pintaku
itu—hanyalah keinginan dari seorang makhluk yang tidak akan pernah puas. Maka,
mulai saat itu—aku mencoba untuk melunakkan hatiku untuk mengubah diksi doaku.
Aku ganti dengan meminta yang terbaik dari Allah untukku. Dan kenyataannya, aku
merasa bahagia. Karena memang benar, yang mengetahui kebutuhan ciptaanNya,
adalah pencipta makhluk itu sendiri.
Untuk apa meminta apa yang kita
inginkan, namun pada kenyataannya kita tidak membutuhkannya? Lebih baik meminta
yang sederhana—alias tidak muluk-muluk. Memang—Allah akan senantiasa
mengabulkan permohonan hambaNya. Tapi, tentu kita harus ingat juga kawan, bahwa kita adalah manusia. Kamu tentu
tau bukan?? Bagaimana jika manusia tidak mendapatkan apa yang mereka inginkan?
Terpurukkah? Bersedihkah? Dan bukan tidak mungkin juga akan putus asa. Tidak
ada salahnya kurasa, jika kita meminimalisir perasaan-perasaan negatif itu—dengan
memperbaiki niat dan tujuan kita. Aku rasa, kita tidak bertujuan untuk selain
Allah. Hanya saja, kurasa kita sering lupa. Jika tujuanmu cinta, tanpa kamu
sadari tujuanmu adalah Allah. Karena Allah-lah pemilik segala cinta. Kemudian,
jika tujuanmu bahagia, maka sesungguhnya tujuanmu pun adalah Allah. Karena,
juga Allah-lah pemilik segala kebahagiaan. Apa pun itu. Cobalah lunakkan hatimu
untuk mengakuinya. Dan tentu, juga hatiku.
Oh! Hampir lupa memberi tahumu sms itu.
Sayang rasanya, jika tidak kubagi denganmu. Semoga, ini dapat menambah butiran
cinta dan semangatmu.
Ukhuwah
is not what you get, but what you give. Not how you listen, but how you
understand. Not what you see, but how you feel. Not how you let go, but how you
hold on..
Indah bukan?? Ya, akui saja. Hha.
Tenang, aku tidak memaksa..
Aku cukup tertegun saat membaca sms itu.
Aku sempat menoleh ke belakang, melihat diriku di masa lalu. Sungguh, kawan.
Allah begitu menyayangiku. Sekarang aku sadar, Allah memang memberi apa yang
aku butuhkan. Dengan aku coba untuk menjalani hidup ini sebaik mungkin, aku
semakin merasa tenang dan lebih baik hari ke hari. Dan semakin aku tidak banyak
tuntutan kepada Allah dengan pinta-pintaku yang tidak jelas itu, aku juga
merasa lebih tenang dan semakin baik. Karena, sejatinya kita hendaknya
menikmati seluruh kondisi yang dihadapkan pada kita. Bukan malah mengumpat dan
menghujat Allah dengan perkataan yang tidak semestinya kita ucapkan.
Aku akui, itu adalah diriku. Dan semoga
itu adalah diriku di masa lalu, kuharap.
Ah, sudahlah kawan. Aku hanya ingin
menyampaikan itu. Karena, dengan aku dan kamu menikmati hidup ini, secara tidak
langsung kita telah mensyukuri pemberian Allah. Ya, kita telah mensyukuri nyawa
ini.
Oke kawan, aku sudahi. Semoga, aku dan
kamu senantiasa bisa menikmati dan mensyukuri nafas ini. aamiin..
Salam
Tidak ada komentar:
Posting Komentar