Aku mendapat percikan kebahagiaan dari
sisi Allah lewat sebuah kiriman. Ya, kiriman dari saudaraku. Sebut saja—sms.
Aku hanya bisa tersenyum saat selesai membacanya. Sungguh, aku semakin
sadar—bahwa tidak perlu minta ini atau pun minta itu kepada Allah. Minta saja
diberikan yang terbaik.
Dulu, aku coba untuk minta sesuatu.
Itu….itu saja yang selalu kuminta. Aku lupa, apakah Allah setuju dengan pintaku
itu atau tidak?? Bagaimana bisa aku mengetahuinya? Aku rasa, pintaku
itu—hanyalah keinginan dari seorang makhluk yang tidak akan pernah puas. Maka,
mulai saat itu—aku mencoba untuk melunakkan hatiku untuk mengubah diksi doaku.
Aku ganti dengan meminta yang terbaik dari Allah untukku. Dan kenyataannya, aku
merasa bahagia. Karena memang benar, yang mengetahui kebutuhan ciptaanNya,
adalah pencipta makhluk itu sendiri.