Waktu = Kesempatan

Di masa nan abadi..

Kindly Bookmark and Share it:


Duhai, beda benar rasanya malam ini. Tak seperti malam-malam sebelumnya. Sungguh berbeda aku merasa. Entah apa namanya ini, aku tak bisa ungkapkan. Mungkin saja aku sudah tak lama lagi. Setelah ini atau pun saat ini, aku bisa saja disuruh pulang. Jika itu benar, aku hanya ingin pulang dengan tenang. Tanpa gelisah, tanpa takut, tanpa jeritan. Ah, andai saja..

Beberapa hari belakangan ini aku merasa semuanya amat berharga. Tidak seperti hari-hari sebelumnya—yang hanya ingin melakukan apa yang kuinginkan, dengan selalu menganggap semua yang tak kuminati adalah masa bodoh. Syukurlah aku sempat menyadarinya. Sadar—bahwa nyawa ini amat berharga. Sadar—bahwa hidupku saat ini adalah anugerah. Sadar—bahwa mereka di sekelilingku amat harus kusayangi dan kujaga perasaannya. Sadar—bahwa semuanya untuk Allah. Jadi, tidak ada alasan bagiku untuk tidak bersyukur, untuk takut, untuk gelisah. Karena ada Allah yang akan selalu menguatkan perjalananku—hingga aku pulang nanti.


Kawan, jika aku pulang terlebih dulu, lanjutkanlah mimpi-mimpi kita. Anggap saja perjalanan ini adalah estafet indah yang musti ditunaikan. Tidak usah takut, gelisah, atau pun ragu. Berbuatlah semampumu dengan tetap menggantungkan harapan itu padaNya. Perjalanan ini amat indah, kawan. Sungguh, banyak benar cinta yang kutemui di sepanjang perjalanan ini. Tak sedikit pun kusesali. Memang benar, air mataku sering jatuh, dadaku sering remuk, hatiku sering terasa perih. Tapi, semua itu amat bermakna di persinggahan nan tak abadi ini.

Kawan, ingatlah ini. Dunia adalah persinggahan. Bukan di sinilah keabadian itu. Karenanya, tidak usah terlalu mencintai dunia. Jika benar aku pulang setelah ini atau saat ini, tak satu pun perhiasan dunia dapat kubawa. Dirimu yang selalu mendampingi perjalananku pun, tidak akan bisa menemaniku pulang. Karena, kita datang ke dunia ini sendiri. Maka, kita pun akan pulang sendiri. Keabadian itu setelah ini, kawan. Boleh—dan sangat boleh malah, cita-cita untuk berjumpa di keabadian itu kita jaga. Agar asa itu dapat terwujud, maka hanya kesamaan imanlah yang dapat mempertemukan kita. Akrab sangat kita di dunia, bukanlah jaminan kita akan bertemu saat sudah pulang nanti.

Sungguh..persinggahan ini tetap kujalani, hanya karena ingin pulang dengan damai, dalam limpahan cinta dan kasihNya. Semoga kita berjumpa lagi di masa nan abadi..

2 komentar: