Duhai
jiwa, dengarkanlah ini..
Aku
sungguh kufur. Sungguh tak tahu diri. Sungguh angkuh dalam melangkah. Jika boleh
jujur, sebenarnya aku takut—amat takut. Takut mati dalam kekufuran. Takut mati
dalam ketaktahuan diri. Takut mati dalam keangkuhan.
Duhai
jiwa, dengarkanlah ini..
Sungguh,
aku ingin kembali. Aku ingin memperbaiki. Aku ingin kembali suci. Ingin sangat
dijemput dalam khusnul khatimah. Duhai,
lemah benar hati ini. Rapuh benar jiwa ini. Terlalu mudah terpengaruh. Sungguh,
itu karena aku amat jauh. Jauh dari Allah, jauh dari Al-Qur’an.
Duhai
jiwa, dengarkanlah ini..
Aku
malu dengan Allah. Dengan amat tegas Allah berkata dalam Al-Qur’an, “Sungguh,
Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya (At-Tin, 95:4)”.
Aduh, luluh sudah perasaanku. Mulia benar kasih Allah. Agung benar kekuasaan
Allah. Aku hanya bisa menunduk, merasa tak layak untuk menengadah.
Duhai
jiwa, dengarkanlah ini..
Aku
menangis. Biar pun aku hidup dalam kecongkakan, Allah tetap curahkan rahmat dan
cintaNya. Walau sebenarnya, aku merasa amat tak layak untuk menerimanya. Tapi,
kenyataannya begitu. Aku merindukanNya. Rindu untuk mencium pedoman yang telah
diturunkanNya. Rindu untuk memeluk erat Al-Qur’an itu.
Duhai
jiwa, dengarkanlah ini..
Aku
tak sanggup ungkapkan seberapa megah rahmat yang Allah limpahkan dalam hidupku.
Sungguh, takkan pernah sanggup. Kini,
yang kutahu—hanya memohon ampun padaNya. Yang kutahu hanya tunduk dan
sujud padaNya. Yang kutahu hidupku hanya untukNya.
Duhai
jiwa, dengarkanlah ini..
Sudah
tak sabar rasanya ingin cepat-cepat menelusuri firmanNya nan selama ini
telah kuabaikan. Sudah tak sabar rasanya ingin memaknai seluruh perkataan Allah
itu. Sungguh, Allah bicara padaku—Allah bicara pada kita, kawan—Allah bicara
pada umat manusia. Ya, aku ingin benar berinteraksi dengan penggenggam nyawaku.
Sangat ingin..
Duhai
jiwa, dengarkanlah ini..
Manusia
dilahirkan dalam keadaan suci. Tak satu pun bayi di dunia ini yang tak
dicintai. Sungguh, pegang eratlah ia sampai perintah Allah pada malaikat Izrail
itu datang.
Duhai
jiwa, kembalilah dengan suci..

Tidak ada komentar:
Posting Komentar