Bismillah..
Ini untukmu duhai aku. Rasakanlah,
rasakanlah, rasakanlah..
Duhai aku, hidupmu cuma sekali. Nyawa ini
amanah. Hidupmu akan tetap bernyawa selagi Allah menghendakinya.
Aku yang ingin bahagia, lihatlah dirimu.
Tataplah wajahmu di cermin. Apa yang kau lihat? Bukankah kau melihat sosok
hebat yang pundaknya dipikulkan amanah besar oleh Allah?
Aku yang ingin berguna, cukupkan keluh
kesahmu dalam shalat dan doa-doamu. Tapakilah jalan ini dan tinggalkan
jejak-jejak indah nan amat berharga bagi mereka yang kemudian.
Aku yang air matanya sering jatuh di
penghujung malam, tabahkanlah hatimu saat perih menghampiri. Usap lembut saja
dadamu itu. Jika buliran bening itu jatuh, seka saja dengan tanganmu. Tidak usah
terlalu berharap ada sosok yang selalu siap menyekanya. Hanya Allah lah yang
selalu ada.
Aku yang sungguh tidak ingin menyakiti,
tersenyumlah—dalam situasi apa pun. Sudah saatnya senyummu juga menguatkan
saudara-saudara kita. Kuatlah kamu duhai aku, agar bisa membantu menguatkan
saudara kita yang masih lemah.
Aku yang suka kesederhanaan, telusurilah
jalan ini dengan tenang. Tanjakan atau pun turunan itu biasa. Bimbang sedikit
tak apa. Yang jelas langkahmu tak boleh terhenti. Itu dinamika perjalanan.
Apa yang kau rasa duhai aku? Sudah mulaikah
kau merasakannya? Terasakah bahwa hidup ini hanya persinggahan yang tak abadi? Terasakah
bahwa ada amanah besar yang mesti kau tunaikan sebelum kau dijemput pulang ke
sisiNya? Apa yang kau rasa duhai aku?
Ini untukumu duhai aku..
Dunia adalah dunia. Tidak perlu terlalu
bahagia atau pun terlalu takut, karena dunia bukanlah surga atau pun neraka. Singgahlah
dengan santun dan pulanglah dengan santun pula. Semoga kau pulang dengan khusnul khatimah.
Aamiin..

Tidak ada komentar:
Posting Komentar