Waktu = Kesempatan

Prolog..part 1

Kindly Bookmark and Share it:
Nyaman sekali duduk di sini. Anginnya membelai kulitku lembut. Percikannya menusukku halus. Aromanya menyegarkan kembali napasku. Duhai, indah sungguh tempat ini. Tentram sangat aku merasa.
Tidaklah ada penyesalan di hati dan pikiranku. Bijak sangat dengan melangkahkan kakiku ke tempat ini. Awalnya ragu memang. Tapi, tetap aku coba untuk kuatkan hati. Dan ternyata, sampai juga.
Betapa tidak ragu? Sudah lama yang teramat sangat aku tidak berkunjung ke tempat ini. Tempat—yang menyimpan banyak asa. Di tempat ini kami bertemu. Di tempat ini pula kami berpisah. Di sini kami pertama kali bertatap muka. Ada senyum di wajahnya. Ada sinar di matanya. Jelas. Dan masih akan tetap jelas.
Ya, bertahun-tahun sudah itu berlalu. Tanpa sedikit pun aku melupakan. Benar, tempat ini sudah lama tak ku kunjungi. Tapi, tak sedikit pun terlihat jauh. Amat dekat kurasa. Serasa, selalu ada di depan mataku.

Bertahun-tahun sudah kusimpan seluruh asa dan harapan itu. Berharap, suatu hari nanti akan terulang kembali masa itu. Masa—aku yakin tergapainya seluruh asa. Masa—aku rela atas semua kehendakNya. Masa—aku benar-benar yakin cinta itu di hati.
Sungguh, elok sangat alamMu ini. Damai selalu hatiku menyaksikan burung-burung itu melayang—beramai-ramai ke sana kemari. Pulau-pulau yang tampak kecil di mataku, menggetarkan hati ini. Biduk para nelayan itu, mengingatkanku akan pengharapan yang tak pernah surut. Ya, mungkin ikan-ikan itu sedang menari-nari sekarang di bawah sana. OmbakMu berkejar-kejaran duhai Allah. Hempasannya meninggalkan buih yang perlahan menghilang. PasirMu tiap sebentar basah, tiap sebentar kering. Begitu selalu.
Sama sangat dengan diriku. Tak sedikit pun berubah. Tubuh boleh sudah semakin besar. Tinggi boleh semakin bertambah. Tapi, tak bisa dipungkiri—cintaku masih sama seperti dulu. Tak sedikit pun surut—sama seperti harapan para nelayan itu. Siapa saja boleh mengira tentang diriku. Lama memang, aku tak muncul di sini. Sudah pantas saja banyak yang mengira tentang diriku. Mengira, apakah aku masih hidup atau tidak. Syukurnya, aku masih hidup. Inilah saatnya aku mencium aroma yang kusuka dan tentu sangat kurindu—air, pasir, batu. Biarkan sejenak..

1 komentar:

  1. :).... rangkaian kata yang indah.
    air, pasir, batu..... hmmmm sepertinya k' juga menyukainya... bahkan merindukannya....

    BalasHapus