Aku suka saat diriku bersedih, aku juga
suka saat diriku bahagia. Aku suka nilai rendah, aku juga suka nilai tinggi.
Aku suka huruf A, aku juga suka huruf E. Aku suka dimanja, aku juga suka
dimarahi.
Ya..aku suka saat-saat itu. Meski, tak
semua kondisi dapat kuuraikan satu per satu.
Jika tidak ada sedih, bagaimana kutahu
bahwa bahagia itu sebenarnya anugerah?? Bukankah di saat aku sedih, aku sangat
ingin untuk kembali tertawa?? Mungkin, jika aku tak pernah sedih—aku tidak akan
merasakan betapa harusnya aku bersyukur dengan kebahagiaan yang kumiliki.
Begitu juga dengan nilai rendah, huruf E, dan dimarahi.