Sedikit pusing
malam ini. Ah, sudah biasa..
Apa kabarmu kawan?
Aku ada cerita
malam ini. Tentang siapa ya?? Hmm..anggap saja tokoh ini adalah aku atau kamu.
Hha..daripada kita anggap orang lain. Nanti malah jadi membicarakan orang.
Hha..ada-ada saja.
Sebelumnya aku minta
izin, untuk memanggil tokoh ini dengan sebutan “teman”. Itu hanya untuk
memudahkanku dalam bercerita. Terserah kamu ingin membayangkan siapa. Dirimu
sendiri juga boleh. Sepakat?
Baik, aku mulai.
Ada seorang teman yang sudah hidup kira-kira 20 tahun. Beliau sedang duduk di
bangku kuliah. Yup, beliau seorang mahasiswa. Beliau cerdas dan sangat optimis.
Kehadirannya dapat membuat sekitarnya menjadi semakin cemerlang. Ya, beliau
adalah sosok yang hebat.
Sebenarnya aku
tidak begitu tertarik untuk menceritakan itu padamu. Tapi, sebagai pendahuluan,
tak apa kurasa. Hha..lucu rasanya jika langsung pada inti. Tentu, aku ingin
cerita ini lebih indah dan menarik. He..harap maklum, kawan.
Aku tertarik pada
teman kita yang satu ini. Ada beberapa istilahnya yang sempat membuat keningku
kerut dan cukup bertanya-tanya di dalam hati. Kira-kira ini istilah—kata
mungkin lebih tepatnya—yang sering beliau gunakan—di setiap harinya. Tidak bisa
aku menghitung berapa kali beliau mengucapkan itu dalam sehari. Maaf, aku tak
berminat untuk itu. Karena kurasa, lebih baik aku melakukan hal lain yang lebih
berguna dan bermakna. Hha..bukan begitu, kawan??
Baik aku kembali ke
topik. Kantor, saham, presdir, asisten, wilayah. Ya, kira-kira itu kata-kata
yang dapat kutangkap. Mungkin kamu bertanya-tanya, mungkin juga tidak.
He..terserah. Yang penting, kamu harus ikuti ceritaku. Memaksa.
Dari kata-kata yang
baru saja aku tulis, sepertinya itu cukup cocok jika diduga bahwa teman kita
ini memiliki perusahaan. Entah benar-benar memiliki perusahaan, entah berharap
memiliki perusahaan. Nanti kamu juga akan tau.
Setiap hari, teman
ini selalu mengurus kantor bersama presdirnya. Teman bukanlah pemilik
perusahaan, dia sebagai asisten presdir. Saham-saham yang tersebar di berbagai
wilayah, dapat diurusnya dengan lincah dan cerdas. Tidak salah rasanya, presdir
mengangkat dia menjadi asisten—yang tentu ditempatkan di kantor pusat.
Apa kamu bingung
dengan pembicaraanku, kawan??
Yup, aku lanjutkan.
Karena penasaran, aku berniat untuk berinteraksi dengan si teman. Ingin rasanya
aku bertanya tentang perusahaan itu. Bahagianya, aku diberi kesempatan untuk
itu.
Beginilah cerita
kami.
Ternyata,
kebingunganku terhadap teman, terjawab sudah saat kami berinteraksi. Kamu tentu
tau kawan, kenapa aku bingung? Ya, mana mungkin seorang mahasiswa yang sedang
menjalani pendidikan S1 nya sudah bisa menjadi asisten di sebuah perusahaan
ternama?? Mustahil, pikirku.
Namun, saat aku
bertukar pikiran dengannya—kamu tau kawan, apa yang kualami?? Tenang, aku
baik-baik saja. Tidak kawan, tentu dia tidak menerkamku. Hha..apalah ini. Tak
penting kurasa.
Inilah yang
kutemui. Aku berhadapan dengan seorang mahasiswa yang bertubuh kecil, bola
matanya coklat, dan senyumnya membuatku juga ikut tersenyum. Ternyata
benar—kantor, saham, presdir, asisten, wilayah—hanyalah kata yang memang suka
dia ucapkan dalam hari-harinya.
Kantor =
hidupnya
Saham =
ide-ide
Presdir =
penguasa hidup dan mati (Allah)
Asisten = dirinya (khalifah)
Wilayah = seluruh belahan di dunia
Jadi, kamu tidak
usah bingung jika mendengar ini:
“Iya, kantorku
hidup 24 jam.”. Itu artinya, hidupnya tetap berjalan.
“Aku sedang
mengurus saham di wilayah A”. Itu artinya dia sedang menyatakan ide-ide dan
gagasan-gagasan cemerlangnya.
“Maaf presdir, aku
tidak mengurus kantor dengan maksimal”. Itu artinya dia sedang meminta ampun
atas kelalaiannya dalam mengurus hidupnya.
“Tentu, itulah guna
asisten, menjalankan apa yang diperintahkan oleh presdir”. Itu artinya, adanya
dia—untuk menjalankan perintah Allah.
“Sekarang aku
sedang di kantor wilayah kampus”. Itu artinya, dia sedang melakuakan aktifitas
hidupnya di kampus.
Jadi, kamu tidak
usah heran jika suatu hari nanti kamu dipertemukan dengannya. Aku rasa, kamu
sudah dapat memetik hikmah dari ceritaku.
Semoga saja, kita
tetap optimis dalam menjalani hidup sebagai khalifah di muka bumi. Selamat
mengurus kantormu kawan. Aku nanti saham-saham hebatmu.
Salam..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar