Apa yang kamu lihat
hari ini kawan? Adakah kamu keluar dari rumahmu hari ini? Menyenangkankah hari
ini bagimu? Berartikah hari ini bagimu?
Maafkan aku jika
banyak tanya. Aku ucapkan selamat atas hari ini. Cerah atau pun kelam, tetap
kata selamat ini untukmu, kawan. Ya, aku hanya rindu menyapamu. Semoga, ada
senyuman di wajahmu.
Sudah beberapa hari
ini aku tidak keluar rumah. Bosan memang. Hanya bisa melihat dunia melalui
layar kaca. Ya, tentu sudah beberapa hari itu juga aku tidak melihat
saudara-saudaraku. Hmm..tak apalah.
Cukup lama aku
berdiam di rumah. Dan aku merasa, tak satu pun yang dapat kulakukan dengan
baik. Ya, aku sakit. Walau nikmat sehat itu tak terganti—sakit juga ada
nikmatnya. Siapa bilang dalam sakit tidak ada nikmat? Siapa bilang dalam sakit
tidak ada hikmah?
Kamu tentu tau aku
kawan. Biar pun bisanya hanya tidur, tapi pikiran ini tetap melayang
kemana-mana. Aku mendapatkan sesuatu saat aku terbaring sakit. Ya, nikmat sehat
sudah tentu aku akui sangat besar. Tapi, bukan itu yang kumaksud. Bukan juga
sakit merupakan ajang penghapusan dosa. Kamu tentu sudah tau itu, kawan. Jadi,
kurasa tidak perlu aku bahas.
Aku ingin
menyampaikan ini. Dalam beberapa hari itu aku melihat semangat-semangat baik
dari orang-orang baik. Berusaha memberi dengan apa yang telah mereka punya. Contoh.
Seorang lulusan SMA—yang juga sudah lulus kuliah, menyumbang buku-buku novel
islam remaja untuk SMA nya dulu. Ya, ini sederhana memang. Hanya buku. Bukan uang
jutaan atau milyaran. Tapi, yang aku sorot adalah niat baiknya dan rasa
kasihnya.
Akui saja kawan,
saat ini mungkin tak banyak orang yang peduli. Tidak usah jauh-jauh. Seorang sarjana,
tidak akan pernah bisa menjadi seorang sarjana jika dulunya dia tidak SMA,
tidak SMP, tidak SD—ya, sebut saja pendidikan penghantarnya ke perguruan
tinggi. Tapi, bukan itu yang kumaksud. Aku melihat, di sini ada rasa peduli. Memang,
hanya buku. Tapi, apa untuk memberi itu harus menunggu banyak uang dulu? Apa untuk
memberi itu harus kaya dulu? Kurasa tidak kawan.
Ya, itu contoh. Seperti
saat aku sakit. Siapa bilang aku tidak bisa memberi di saat itu? Memang, aku
hanya bisa tidur. Tapi, aku rasa bukan tidak mungkin aku tidak bisa memberi di
saat itu. Semangat untuk kembali sehat. Ya, itu dapat kuberi. Setidaknya,
dengan aku memiliki semangat untuk sehat, aku tidak terlalu merepotkan
sekitarku. Ya, aku rasa aku telah memberi. Tentu, memberi kemudahan kepada
sekitarku. Harapanku semoga mereka tidak menjadi repot. Sederhana bukan?
Inti yang ingin
kusampaikan, kurasa kamu sudah dapat menangkapnya. Ya, untuk memberi tidak
harus menunggu kaya. Berilah apa yang aku atau kamu punya. Jika punya waktu,
berikanlah waktu itu untuk kebaikan. Jika punya tenaga, berikanlah tenaga itu
untuk kebaikan. Jika punya materi, berikanlah materi itu untuk kebaikan. Dan jika
punya niat, berikanlah niat itu untuk kebaikan.
Tentu kawan, kamu
sangat paham dengan apa yang kusampaikan. Semoga saja, kita senantiasa memberi
dalam kebaikan. Aamiin..
Salam..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar