Waktu = Kesempatan

Rumah Puisi, Rumah Bagi Pemilik Jiwa yang Cinta Indonesia

Kindly Bookmark and Share it:
Rumah Puisi, Rumah Bagi Pemilik Jiwa yang Cinta Indonesia

Manusia yang cerdas adalah manusia yang dapat berguna bagi dirinya dan orang lain. Pribadi yang sukses adalah pribadi yang dapat berguna bagi dirinya dan orang lain pula. Bukan sukses namanya, jika kita hanya berjuang keras demi kesenangan kita semata. Bukan sukses pula namanya, jika kita tidak bisa menjadikan lingkungan bagian dari kehidupan kita. Lingkungan yang akan kita ajak untuk sama-sama berbahagia dengan kita. Lingkungan yang akan senantiasa kita libatkan dalam usaha peningkatan kualitas diri kita. Dan lingkungan yang akan selalu bersedia membantu kita dalam pencerahan wajah negeri Indonesia.

Ide cemerlang yang akan menciptakan generasi cemerlang. Itulah Rumah Puisi. Ide untuk membangun Rumah Puisi adalah ide yang sangat cemerlang. Tindakan untuk mendirikan Rumah Puisi adalah tindakan yang tepat. Sastrawan Indonesia, Bapak Taufik Ismail, mengambil tindakan yang tepat dalam usaha peningkatan kualitas generasi muda. Mengingat beliau yang tidak muda lagi, beliau ingin mewariskan apa yang dimilikinya untuk Indonesia, kepada generasi harapan bangsa. Beliau bersedia menyediakan wadah untuk tempat berkumpulnya jiwa-jiwa pembangun bangsa, khususnya generasi muda. Adalah suatu anugerah yang besar bagi kita semua, dengan telah berdirinya Rumah Puisi ini.
Rumah puisi terletak di Kab.Tanah Datar. Tepatnya di Aia Angek Koto Baru. Jika kita ingin ke sana, bisa lewat jalan dari Bukittinggi dan juga bisa lewat jalan dari Padang Panjang. Jika kita melaju dari Bukittinggi, kita akan dapat menemukan rumah puisi sebelum rumah makan Aia Badarun. Tinggal lihat saja kita ke sebelah kanan. Akan nampak-lah tulisan besar “Aia Angek Cottage”. Tinggal masuk saja kita ke dalam. Udaranya sangat sejuk. Pemandangannya sangat cocok untuk mengendorkan saraf-saraf yang tegang. Dan jika kita melaju dari Padang Panjang, kita akan mendapati rumah puisi itu di sebelah kiri. Berarti, setelah rumah makan Aia Badarun, kita bisa menemukan rumah puisi. Tidak ada salahnya kita mencoba berkunjung ke rumah puisi. Karena di dalam rumahnya, terdapat koleksi buku milik Bapak Taufik Ismail. Buku apa saja, bisa kita baca di sana. Yang jelas, buku-buku Pak Taufik dapat kita baca demi meningkatkan kemampuan berbahasa kita, dan juga dapat memperluas wawasan kita.
Rumah puisi adalah rumah yang penuh dengan pengetahuan dan kedamaian. Rumah puisi adalah anugerah dari Tuhan, terkhusus bagi generasi muda yang mempunyai segudang mimpi. Rumah puisi adalah rumah bagi seluruh jiwa. Rumah, yang di sana berkumpul para pemilik jiwa-jiwa yang tangguh. Jiwa yang akan mencerahkan kembali wajah negeri Indonesia tercinta. Jiwa yang sedang ditempa, agar siap mengemban tanggung jawab untuk memakmurkan negeri ini.
Bicara soal kemakmuran negeri, teringat kita kepada para petinggi negeri yang setiap harinya mengurusi negeri ini. Mereka rela menghabiskan waktunya untuk negeri ini. Mereka ikhlas, meninggalkan keluarganya demi negeri ini. Mereka tidak persoalkan, memiliki sedikit waktu untuk keluarga tercinta. Pribadi-pribadi ikhlas inilah yang dirindukan oleh tanah ini. Yang selalu dinanti oleh negeri tercinta. Dan yang selalu diharapkan oleh ibu pertiwi.
Di rumah puisi, kita akan menemukan jawaban dari semua harapan itu. Kita akan mengerti, arti dari perjuangan dan keikhlasan. Karena, jika negeri ini hanya diramaikan oleh manusia yang cerdas otaknya, apalah nantinya rupa negeri ini. Jika negeri ini hanya diramaikan oleh manusia yang selalu ingin menang sendiri, betapa banyaknya manusia yang akan tertindas. Banyak manusia yang terzalimi. Tentu semua itu tidak kita inginkan. Generasi yang padanya ditompangkan nasib negeri ini, harus memperhatikan keadaan itu. Bukan suatu hal yang membanggakan jika generasi saat ini, hanya disibukkan oleh hal-hal yang tidak bermanfaat. Lompat sana, lompat sini. Hura-hura saja jadwal hidupnya. Uang orang tua habis untuk perut dan gaya. Bukan! Bukan itu yang kita harapkan. Alangkah bahagianya jika otak-otak cerdas generasi muda, dimanfaatkan untuk sama-sama memikirkan kelanjutan dari kisah negeri Indonesia.
Semua orang ingin kaya. Semua orang ingin lebih dari cukup. Semua orang ingin hidup sejahtera. Itu adalah cita-cita yang baik. Namun, ada sedikit yang terlupakan. Yang penting itu, tidak hanya kaya lahir. Namun, jauh sebenarnya, lebih penting kaya bathin. Dengan kekayaan dari bathin ini, kita bisa memberi kepada saudara-saudara kita. Kita bisa ikut mensejathterakan bathin saudara-saudara kita. Alangkah baiknya jika kita kaya lahir bathin. Jika dilihat dari sudut pandang manusia, mungkin orang yang kaya lahir bathin-lah dikatakan orang yang perfect. Walau banyak orang berkata, tidak ada yang sempurna, tapi tidak ada salahnya kita berbuat demi kesempurnaan.
Rumah puisi didirikan bukan tidak berarti. Melainkan, karena begitu penuh arti, makanya rumah puisi didirikan. Memang benar, rumah puisi begitu berarti. Semangat generasi muda, khususnya yang mencintai tulisan, akan tidak henti-hentinya mensyukuri adanya rumah puisi ini. Seperti sanggar sastra yang ada di rumah puisi. Melalui sanggar ini, banyak generasi muda yang termotivasi untuk terus menulis. Untuk terus menggoreskan tintanya. Untuk terus mengabadikan kisah hidupnya. Dan untuk terus berbagi kepada saudara-saudaranya. Bukan suatu hal yang tidak mungkin, sanggar sastra rumah puisi ini akan terus aktif dalam membina penulis masa depan. Dan buku-buku anak sanggar pun, tidak mustahil akan terus terbit.
Rumah puisi akan selalu ada untuk generasi muda yang mempunyai segudang mimpi yang ingin diwujudkan. Rumah puisi akan dengan senang hati menempa generasi yang mencintai negeri ini. Rumah puisi pun, tak akan lelah untuk selalu mendampingi penulis-penulis dunia yang akan menghebatkan Indonesia di mata dunia nanti.Semoga saja, Indonesia tercinta, akan dapat menyambut kelahiran para generasi muda penuh karya yang selalu bersedia berkorban demi tanah ini. Amiin..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar