SEMANGAT = HIDUP
Memang, tidak mudah untuk mempertahankan semangat yang telah dimiliki. Saat semangat itu pergi, rasanya tidak ada lagi yang bisa dilakukan dengan baik. Hanya “Pasrah dan lalui” saja. Mungkin itu yang selalu ada dalam pikiran orang-orang yang kehilangan semangat. Menanti sampai saat berbahagia itu datang. Berharap, agar masa-masa tanpa semangat itu, dapat berakhir. Walaupun tidak tahu kapan berakhirnya. Memang, tidak pernah berhenti untuk menyemangati diri. Tapi, disebabkan keadaan-lah semangat itu perlahan pergi.
Tiap diri, memang punya kenangan. Mereka punya sesuatu yang bisa dirindu. Punya sesuatu yang bisa menyemangati. Punya sesuatu yang bisa membuat hati bahagia. Punya sesuatu yang akan membuat tersenyum. Memang, tidak selamanya kita akan tersenyum. Ada waktunya kita menangis. Ada waktunya kita kehilangan. Ada waktunya kita terluka. Namun, jangan biarkan kita terlalu lama berada dalam keranda duka. Keluarlah! Lihatlah keluar! Alam ini masih membutuhkan senyuman kita. Dunia sangat mengharapkan gelak tawa kita. Tersenyumlah! Tidak akan selamanya kita berduka. Tidak akan selamanya kita kesusahan. Tidak akan selamanya kita kesepian. Yakinlah, bahwa sesudah kesulitan itu ada kemudahan. Setelah kesepian ini, ada kebahagiaan yang menanti. Jangan hentikan langkahmu. Teruskan langkah kakimu. Lanjutkan perjunganmu. Kebahagiaan menantimu.
Dalam hidup ini, tak semuanya dapat dimiliki. Tidak semua keinginan dapat terpenuhi. Namun, bukan berarti bahwa mimpi yang kita miliki tidak akan terwujud. Luruskan niat kita untuk segala hal yang baik dan membaikkan. Ikhlaslah dalam menjalani hidup ini. Manfaatkan tiap hela nafas dengan melakukan sesuatu yang berguna. Jangan pernah dekati hal yang sia-sia. Dekatkanlah hati pada kebaikan. Bersahabatlah dengan mereka yang ikhlas. Sayangilah orang-orang yang berhati baik. Jangan pandang orang dari sisi buruknya. Lihatlah sisi baiknya yang akan membaikkan kita juga. Percayalah, semangat itu perlahan akan datang. Disebabkan syukurlah semangat itu tidak akan jauh dari kita. Tuhan tidak akan biarkan orang-orang yang ikhlas berderai air mata duka. Tuhan akan hapus tiap luka dengan mengirimkan mereka yang akan mengukir senyuman di hati kita. Jangan biarkan orang-orang baik jauh dari kita. Jangan biarkan semangat jauh dari kita. Rasakanlah, kita akan tersenyum jika berada di antara mereka yang kita harapakan.
Memang, semangat-lah yang utama. Dengan semangat, kita akan dapat melakukan sesuatu dengan lebih baik. Berbeda dengan pasrah. Jika pasrah itu berada di akhir, itu memang yang seharusnya. Tapi, jika pasrah itu datang sebelum kita berbuat, itu tidak benar. Mengapa? Karena, jika kita menyerahkan sebelum kita berbuat, maka Tuhan tidak akan suka. Setidaknya sugesti pertama kita adalah untuk membanggakan diri. Dengan berbuat, kita akan lebih bangga dan bersyukur kepada Tuhan akan diri yang tidak diam ini. Setidaknya ada lebih kita dari mereka yang hanya diam dan bertopang dagu. Kita tidak diam. Kita selalu berbuat. Tidak akan ada yang sia-sia jika kita terus berbuat. Dengan berbuat, banyak keberuntungan yang didapatkan. Pengalaman bertambah. Pribadi semakin matang. Ketahanan mental semakin kuat. Jangan cepat memandang fisik. Karena, jika dihitung-hitung, kita akan menjadi manja. Manja karena menganggap fisik sudah penat, sudah letih. Tidak ada kata penat bagi mereka yang selalu ingin berbuat. Mereka berbuat karena ingin mendapatkan lebih. Sehingga dengan kelebihannya, mereka dapat memberi. Karena, yang memantaskan diri untuk memberi adalah kita sendiri.
Bangkitlah! Saudaraku yang berhati baik, lalui jalan kehidupan ini dengan semangat yang tiada henti. Dan jika semangatmu mulai kendur, jangan cepat-cepat berhenti. Lanjutkan langkahmu dengan semangat yang masih kau punyai. Dengan begitu, kau akan mendapatkan arti semangat yang lebih dari sebelumnya. Jangan pernah berhenti melangkah. Cukup fisik saja yang merasakan penat. Tapi, jiwa yang baik ini tak akan pernah penat untuk kebaikan. Jangan lupakan, bahwa Tuhan melihat semua yang kita kerjakan dan Tuhan juga mengetahui apa yang kita rasakan. Oleh karena itu, jangan pernah ragu dalam melangkah. Selagi itu masih berada pada jalan kebenaran, lanjutkan, jangan ragu-ragu.
Seperti yang orang-orang katakan. Tidak ada yang tidak mungkin, asalkan berusaha. Memang, selagi oksigen masih kita hirup, hidup ini akan terus berlanjut. Hidup terus berlanjut, perjuangan akan terus menjadi teman dalam hidup. Oleh karena itu, jangan pernah takut mendapati banyak persoalan. Seharusnya, kita bersyukur jika ditimpa persoalan. Tuhan berikan persoalan-persoalan pada tiap jiwa, karena Tuhan ingin menguatkan jiwa-jiwa itu. Maka, berterima kasih-lah kepada Tuhan, karena kita telah dipilih untuk menjadi jiwa yang lebih kuat.
Tiap diri, memang punya kenangan. Mereka punya sesuatu yang bisa dirindu. Punya sesuatu yang bisa menyemangati. Punya sesuatu yang bisa membuat hati bahagia. Punya sesuatu yang akan membuat tersenyum. Memang, tidak selamanya kita akan tersenyum. Ada waktunya kita menangis. Ada waktunya kita kehilangan. Ada waktunya kita terluka. Namun, jangan biarkan kita terlalu lama berada dalam keranda duka. Keluarlah! Lihatlah keluar! Alam ini masih membutuhkan senyuman kita. Dunia sangat mengharapkan gelak tawa kita. Tersenyumlah! Tidak akan selamanya kita berduka. Tidak akan selamanya kita kesusahan. Tidak akan selamanya kita kesepian. Yakinlah, bahwa sesudah kesulitan itu ada kemudahan. Setelah kesepian ini, ada kebahagiaan yang menanti. Jangan hentikan langkahmu. Teruskan langkah kakimu. Lanjutkan perjunganmu. Kebahagiaan menantimu.
Dalam hidup ini, tak semuanya dapat dimiliki. Tidak semua keinginan dapat terpenuhi. Namun, bukan berarti bahwa mimpi yang kita miliki tidak akan terwujud. Luruskan niat kita untuk segala hal yang baik dan membaikkan. Ikhlaslah dalam menjalani hidup ini. Manfaatkan tiap hela nafas dengan melakukan sesuatu yang berguna. Jangan pernah dekati hal yang sia-sia. Dekatkanlah hati pada kebaikan. Bersahabatlah dengan mereka yang ikhlas. Sayangilah orang-orang yang berhati baik. Jangan pandang orang dari sisi buruknya. Lihatlah sisi baiknya yang akan membaikkan kita juga. Percayalah, semangat itu perlahan akan datang. Disebabkan syukurlah semangat itu tidak akan jauh dari kita. Tuhan tidak akan biarkan orang-orang yang ikhlas berderai air mata duka. Tuhan akan hapus tiap luka dengan mengirimkan mereka yang akan mengukir senyuman di hati kita. Jangan biarkan orang-orang baik jauh dari kita. Jangan biarkan semangat jauh dari kita. Rasakanlah, kita akan tersenyum jika berada di antara mereka yang kita harapakan.
Memang, semangat-lah yang utama. Dengan semangat, kita akan dapat melakukan sesuatu dengan lebih baik. Berbeda dengan pasrah. Jika pasrah itu berada di akhir, itu memang yang seharusnya. Tapi, jika pasrah itu datang sebelum kita berbuat, itu tidak benar. Mengapa? Karena, jika kita menyerahkan sebelum kita berbuat, maka Tuhan tidak akan suka. Setidaknya sugesti pertama kita adalah untuk membanggakan diri. Dengan berbuat, kita akan lebih bangga dan bersyukur kepada Tuhan akan diri yang tidak diam ini. Setidaknya ada lebih kita dari mereka yang hanya diam dan bertopang dagu. Kita tidak diam. Kita selalu berbuat. Tidak akan ada yang sia-sia jika kita terus berbuat. Dengan berbuat, banyak keberuntungan yang didapatkan. Pengalaman bertambah. Pribadi semakin matang. Ketahanan mental semakin kuat. Jangan cepat memandang fisik. Karena, jika dihitung-hitung, kita akan menjadi manja. Manja karena menganggap fisik sudah penat, sudah letih. Tidak ada kata penat bagi mereka yang selalu ingin berbuat. Mereka berbuat karena ingin mendapatkan lebih. Sehingga dengan kelebihannya, mereka dapat memberi. Karena, yang memantaskan diri untuk memberi adalah kita sendiri.
Bangkitlah! Saudaraku yang berhati baik, lalui jalan kehidupan ini dengan semangat yang tiada henti. Dan jika semangatmu mulai kendur, jangan cepat-cepat berhenti. Lanjutkan langkahmu dengan semangat yang masih kau punyai. Dengan begitu, kau akan mendapatkan arti semangat yang lebih dari sebelumnya. Jangan pernah berhenti melangkah. Cukup fisik saja yang merasakan penat. Tapi, jiwa yang baik ini tak akan pernah penat untuk kebaikan. Jangan lupakan, bahwa Tuhan melihat semua yang kita kerjakan dan Tuhan juga mengetahui apa yang kita rasakan. Oleh karena itu, jangan pernah ragu dalam melangkah. Selagi itu masih berada pada jalan kebenaran, lanjutkan, jangan ragu-ragu.
Seperti yang orang-orang katakan. Tidak ada yang tidak mungkin, asalkan berusaha. Memang, selagi oksigen masih kita hirup, hidup ini akan terus berlanjut. Hidup terus berlanjut, perjuangan akan terus menjadi teman dalam hidup. Oleh karena itu, jangan pernah takut mendapati banyak persoalan. Seharusnya, kita bersyukur jika ditimpa persoalan. Tuhan berikan persoalan-persoalan pada tiap jiwa, karena Tuhan ingin menguatkan jiwa-jiwa itu. Maka, berterima kasih-lah kepada Tuhan, karena kita telah dipilih untuk menjadi jiwa yang lebih kuat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar