Tahukah?
Kenapa seseorang bisa sangat begitu
mencintai?
Kenapa seseorang begitu optimis
mengarungi hidup?
Kenapa seseorang begitu yakin dengan
perjumpaan di keabadian?
Dengarlah kawan..
Aku rindu. Sangat rindu
Tahukah?
Di belahan bumi manakah ia sekarang
berpijak?
Siapakah yang menyaksikan setiap langkah
kecilnya?
Masihkah atap rumah yang ditempatinya
menaunginya dengan penuh cinta?
Dengarlah kawan..
Aku rindu. Sangat rindu
Tahukah?
Masihkah ada halaman penuh dengan rumput
hijau?
Masihkah ada meja makan penuh dengan
makanan lezat?
Masihkah ada mesin beroda dua itu datang
di penghujung senja?
Dengarlah kawan..
Aku rindu. Sangat rindu
Tahukah?
Kemanakah berjuta tawa itu sekarang?
Kemanakah piring berisi gorengan hangat
itu sekarang?
Kemanakah pundak penantang matahari itu sekarang?
Dengarlah kawan..
Darah itu takkan bertukar walau sangkakala telah ditiup
Sentuhan itu tetap akan segar walau senja telah menghampiri
Partikel sejarah itu akan terus terpatri hingga kaki ini menginjak keabadian
Tidak di taman..
Tidak di puncak gunung..
Tidak juga di tepi pantai..
TAPI, di KEABADIAN..
nice.... akhirnya...
BalasHapussetelah sekian lama... nongol lagi tulisannya.... :)
yup.... "tidak juga di tepi pantai"...... ;)
:D
BalasHapuskarena sungguh, amatlah beruntung siapa saja yang menyadari indahnya berkumpul di keabadian..kemana hendak digantungkan harapan ingin bersua dengan yang telah tiada jika tidak di keabadian??