Waktu = Kesempatan

Tidak juga di tepi pantai..

Kindly Bookmark and Share it:

Tahukah?
Kenapa seseorang bisa sangat begitu mencintai?
Kenapa seseorang begitu optimis mengarungi hidup?
Kenapa seseorang begitu yakin dengan perjumpaan di keabadian?

Dengarlah kawan..
Aku rindu. Sangat rindu




Tahukah?
Di belahan bumi manakah ia sekarang berpijak?
Siapakah yang menyaksikan setiap langkah kecilnya?
Masihkah atap rumah yang ditempatinya menaunginya dengan penuh cinta?

Dengarlah kawan..
Aku rindu. Sangat rindu

Tahukah?
Masihkah ada halaman penuh dengan rumput hijau?
Masihkah ada meja makan penuh dengan makanan lezat?
Masihkah ada mesin beroda dua itu datang di penghujung senja?

Dengarlah kawan..
Aku rindu. Sangat rindu

Tahukah?
Kemanakah berjuta tawa itu sekarang?
Kemanakah piring berisi gorengan hangat itu sekarang?
Kemanakah pundak penantang matahari itu sekarang?

Dengarlah kawan..
Darah itu takkan bertukar walau sangkakala telah ditiup
Sentuhan itu tetap akan segar walau senja telah menghampiri
Partikel sejarah itu akan terus terpatri hingga kaki ini menginjak keabadian

Tidak di taman..
Tidak di puncak gunung..
Tidak juga di tepi pantai..
TAPI, di KEABADIAN..

2 komentar:

  1. nice.... akhirnya...
    setelah sekian lama... nongol lagi tulisannya.... :)

    yup.... "tidak juga di tepi pantai"...... ;)

    BalasHapus
  2. :D
    karena sungguh, amatlah beruntung siapa saja yang menyadari indahnya berkumpul di keabadian..kemana hendak digantungkan harapan ingin bersua dengan yang telah tiada jika tidak di keabadian??

    BalasHapus