Waktu = Kesempatan

Cara..


Sekarang pukul 23.04 WIB..



Siang tadi saya (mengajak) adik kelas untuk bolos kuliah. Tapi rasanya dia juga sudah berniat untuk bolos. Kami duduk di tangga kampus. Bercerita satu sama lain tentang sesuatu yang tidak beda jauh. Ya, tentang kuliah. Kami sama-sama tidak suka kuliah—entah dengan kuliah kami saat ini atau entah dengan dunia perkuliahan. Cerita mengalir begitu saja. Mengingat cerita yang saling bersambut, saya menangkap sesuatu. Dulu, semasa sebelum kuliah, kami termasuk siswa yang tidak bodoh. Buktinya sepuluh besar di kelas selalu ada nama kami. Walau saya pribadi tidak sebagus itu jalan ceritanya. Dari peringkat terakhir hingga peringkat umum, sudah saya coba.

Tidak juga di tepi pantai..


Tahukah?
Kenapa seseorang bisa sangat begitu mencintai?
Kenapa seseorang begitu optimis mengarungi hidup?
Kenapa seseorang begitu yakin dengan perjumpaan di keabadian?

Dengarlah kawan..
Aku rindu. Sangat rindu


Kunjungan Istimewa..




Sepertinya malam ini ane musti nulis neh. Bukan apa-apa. Rasanya ini perlu ditulis. Malam ini kantor ane kedatangan kunjungan istimewa. Tentu, dari para pejuang penerus langkah nabi. Hehe. Apaan tu? Laskar dakwah namanya.
Tiga hari gak keluar kantor itu, berasa banget loh. Yap! Berasa banget bosannya. Ente tau lah, ane ini gak bisa kalo gak keluar. He, maklum..anak alam liar.
Ngomong-ngomong soal kunjungan, itu yang datang sodara-sodara ane tersayang loh. Suer! Salut banget. Udah mau magrib, sempat-sempatnya berkunjung ke kantor. Subhanallah..itu yang namanya ukhuwah. Coba deh, buka Al-Qur’an surah Al-Anfaal ayat 63. Apa kata Allah di sana?

Salahkah?




Salahkah?
#jika seorang anak tidak mampu untuk menjadi seperti apa yang orang tuanya inginkan?
#jika kemampuan seorang anak tidak sejalan dengan keinginan orang tua?
#jika seorang anak ingin mengemukakan pemikirannya?
#jika seorang anak melakukan hal-hal yang dapat membuatnya merasa berguna?
#jika seorang anak pulang terlambat karena menghadiri majelis ilmu?
#jika seorang anak lebih mencintai sesuatu yang sederhana?
#jika seorang anak ingin membuat orang tuanya mengerti?
Salahkah?

 *sumber gambar: di sini

No Picture..




#Lulus SMP ini kamu harus jebol di sana. Sekolahnya elit, udah gitu kamu akan lebih mandiri karena boarding school.
#Nanti sore jangan lupa les piano. Pertunjukan gak lama lagi. Jadi gak ada kata main-main.
#Gimana perkembangan olimpiade Fisika-mu? Kamu harus mendapat peringkat pertama.
#Udah. Pilihan pertamamu kedokteran, pilihan kedua psikologi.
#Bulan depan kamu harus sudah punya SIM A.
#Habis S1, gak usah pake jeda. Kamu langsung nyambung S2, ntar baru kerja.
#Fokus kuliah. Gak usah nyoba ini nyoba itu.

 Itu belum seberapa. Hanya secuil dari sekian banyak “permintaan (baca: tuntutan)” para orang tua kepada anaknya.

Tentang Obsesi..




Siapa yang hari gini masih alergi dengar kata “dakwah”?
Masih ada???

Ha, tidak bisa dipungkiri. Walau di Indonesia (khususnya) penduduknya mayoritas muslim, tapi masih saja jaga jarak dengan “dakwah” (bisa jadi jaga jarak dengan esensi dari dakwah itu sendiri, bisa jadi juga jaga jarak dari para pelaku dakwah). Ah, lucu saja rasanya kalau muslimin dan muslimat sekalian masih alergi dengan kata-kata dakwah. Kenapa? Ya lucu dong. Sodara sekalian pasti sudah fasih (dan mungkin sudah di luar kepala) perihal syahadat beserta artinya. Tapi kok ada juga yang masih alergi dengan dakwah? Bukankah itu “pekerjaan tetap” Rasulullah? Bukankah karena Rasulullah menggencarkan dakwahnya beserta para sahabat kita semua dapat beriman dengan benar? (lalu kenapa bersyahadat kalau alergi dengan “pekerjaan” Rasulullah?) *capede..

*tetaplah bertahan..




Kusapa mereka yang tetap bertahan (dan yang akan mencoba untuk bertahan)..
Yang tetap bertahan dengan hijabnya
Yang tetap bertahan dengan amal shalihnya
Yang tetap bertahan dengan kesabarannya
Yang tetap bertahan dengan dakwahnya
Yang tetap bertahan dengan perjuangannya di rantau orang
Yang tetap bertahan dengan akidahnya
Yang tetap bertahan untuk mempertanggungjawabkan syahadatnya

Semoga, mereka yang tetap bertahan (dan yang akan mencoba untuk bertahan) selalu diberi petunjuk oleh Allah dalam menggerakkan seluruh anggota tubuh dan juga hatinya semata-mata untuk menggapai ridho Allah. Aamiin..

*keterangan foto: silaturrahim dengan grup nasyid maidany di sebuah acara, dikasih cd..
**saran: sering-seringlah berjalan keluar. menghadiri kegiatan atau pun acara yang dapat mempertebal semangat, keimanan, dan kreatifitas.