Waktu = Kesempatan

No Picture..




#Lulus SMP ini kamu harus jebol di sana. Sekolahnya elit, udah gitu kamu akan lebih mandiri karena boarding school.
#Nanti sore jangan lupa les piano. Pertunjukan gak lama lagi. Jadi gak ada kata main-main.
#Gimana perkembangan olimpiade Fisika-mu? Kamu harus mendapat peringkat pertama.
#Udah. Pilihan pertamamu kedokteran, pilihan kedua psikologi.
#Bulan depan kamu harus sudah punya SIM A.
#Habis S1, gak usah pake jeda. Kamu langsung nyambung S2, ntar baru kerja.
#Fokus kuliah. Gak usah nyoba ini nyoba itu.

 Itu belum seberapa. Hanya secuil dari sekian banyak “permintaan (baca: tuntutan)” para orang tua kepada anaknya.

Tentang Obsesi..




Siapa yang hari gini masih alergi dengar kata “dakwah”?
Masih ada???

Ha, tidak bisa dipungkiri. Walau di Indonesia (khususnya) penduduknya mayoritas muslim, tapi masih saja jaga jarak dengan “dakwah” (bisa jadi jaga jarak dengan esensi dari dakwah itu sendiri, bisa jadi juga jaga jarak dari para pelaku dakwah). Ah, lucu saja rasanya kalau muslimin dan muslimat sekalian masih alergi dengan kata-kata dakwah. Kenapa? Ya lucu dong. Sodara sekalian pasti sudah fasih (dan mungkin sudah di luar kepala) perihal syahadat beserta artinya. Tapi kok ada juga yang masih alergi dengan dakwah? Bukankah itu “pekerjaan tetap” Rasulullah? Bukankah karena Rasulullah menggencarkan dakwahnya beserta para sahabat kita semua dapat beriman dengan benar? (lalu kenapa bersyahadat kalau alergi dengan “pekerjaan” Rasulullah?) *capede..

*tetaplah bertahan..




Kusapa mereka yang tetap bertahan (dan yang akan mencoba untuk bertahan)..
Yang tetap bertahan dengan hijabnya
Yang tetap bertahan dengan amal shalihnya
Yang tetap bertahan dengan kesabarannya
Yang tetap bertahan dengan dakwahnya
Yang tetap bertahan dengan perjuangannya di rantau orang
Yang tetap bertahan dengan akidahnya
Yang tetap bertahan untuk mempertanggungjawabkan syahadatnya

Semoga, mereka yang tetap bertahan (dan yang akan mencoba untuk bertahan) selalu diberi petunjuk oleh Allah dalam menggerakkan seluruh anggota tubuh dan juga hatinya semata-mata untuk menggapai ridho Allah. Aamiin..

*keterangan foto: silaturrahim dengan grup nasyid maidany di sebuah acara, dikasih cd..
**saran: sering-seringlah berjalan keluar. menghadiri kegiatan atau pun acara yang dapat mempertebal semangat, keimanan, dan kreatifitas.

KaErEs..

 


Ehem..
Tau sekarang tanggal berapa?
*berpikir..

Ada sedikit cerita yang mau ane bagi sama ente sekalian.
Kamis, 10 Januari 2013 seorang mahasiswa datang pagi-pagi ke kampusnya. Ha, tidak cukup pagi juga (sekitar pukul 09.00 WIB). Unowathepen? Yup, no mahasiswa no dosen. Bolehlah, sedikit diapresiasi semangat mahasiswa yang semester ini lagi-lagi dapat beban "cuma" 18 sks. (#permisi. ceritanya diperpendek saja ya)..

"kenapa cengar-cengir?"
"(diam)"
"mana KaHaEs kamu?" (tau KHS kan?-->kartu hasil studi)
"(menyodorkan)"
"kenapa nilai kamu begini? gak belajar?"
"gak buk"
(setelah "menelaah" KHS)"kamu gak bodoh. cuma, kamu gak belajar aja. kalo nilai kamu begini, itu artinya kamu gak belajar."
"ya buk"(pasang tampang anak baik)

Shalat Berjamaah..





Kenapa?
Sudah biasa ya, melakukan shalat berjamaah? Sudah familiar? Berarti gak asing lagi dong? Oke oke, di sini bukan membahas tentang tata cara shalat berjamaah.

Sekedar cuap-cuap saja. Entah pernah menyadari entah tidak, ada pesan penting yang disampaikan oleh shalat berjamaah. Yuk mari, kita coba lihat..

Imam pada shalat berjamaah bukanlah sembarang orang. Ia adalah orang terbaik yang dipilih di antara mereka yang akan melaksanakn shalat. Ini beberapa indikatornya (kondisi lapangan) mengatakan, bahwa yang dipilih menjadi imam itu adalah yang paling bagus (fasih) bacaannya, yang paling banyak hafalannya, yang paling paham tentang agama, dan yang paling-yang paling lainnya. Tidak jarang tho, yang menolak untuk menjadi imam dalam shalat berjamaah? Kenapa itu ya? Dengar-dengar, katanya merasa belum pantas, bacaan yang masih berantakan, hafalan yang baru sepuluh halaman terakhir Al-Qur’an. Aduh, alasannya lumayan banyak dan bikin rempong kalau ditulis satu per satu. Ya, kira-kira itulah alasan yang paling top cer.

give me..


Give me some sunshine
give me some rain
give me another chance
i wanna grow up once again..

Sang Penyimak Kisah (FULL)


Aku ada karena aku dicipta. Aku diberi masa untuk selalu hadir menemani keramaian maupun kesepian. Selesai di belahan bumi ini, aku diperintahkan untuk berpindah ke belahan bumi lain. Aku tetap ada, walau kadang bersama titik-titik air. Aku semakin cantik saat warna jingga mendominasi, semakin gagah saat burung-burung berbaris rapi membentuk formasi. Aku juga bisa berkilau jika mendapat bias sang mentari. Terlebih lagi saat mentari memantulkan silau kilaunya ke hamparan air yang luas itu—entah dimana tepi dan ujungnya. Akulah senja.
Kabarnya, banyak sangat yang menantikan kedatanganku. Seperti artis saja—dinanti-nanti kehadirannya. Ada yang berkata bahwa aku sangat cocok dijadikan teman untuk melepas lelah. Istilah kerennya refreshing. Saat mengunjungiku, banyak lensa penangkap gambar yang beredar di sekelilingku—sudah makin banyak saja ragamnya, kulihat. Terbukti, teknologi semakin canggih. Tapi, ada juga yang cuma duduk-duduk sambil bercerita. Tidak hanya itu—yang duduk sendiri pun ada. Wah wah, ternyata keluarga besar juga mengunjungiku. Ah, aku sudah merasa lebih hebat dari artis terkenal.